Pengamanan Ketat Kapal Pengangkut Sabu, BNN Ungkap Penyelundupan Terbesar di Batam

Senin, 26 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Batam — Badan Narkotika Nasional (BNN) mencatat sejarah baru dalam pemberantasan peredaran narkotika di Indonesia. Dalam operasi gabungan yang digelar di wilayah perairan Batam, Kepulauan Riau, aparat berhasil menyita puluhan dus berisi narkotika jenis sabu dari Kapal MT Sea Dragon Tarawa.

Kepala BNN Komisaris Jenderal Polisi Marthinus Hukom, saat meninjau langsung kapal di Dermaga Bea Cukai Batam, Tanjung Uncang, Rabu (21/5/2025), menegaskan pengamanan terhadap barang bukti dilakukan secara ketat. Ia menyebut penyitaan ini sebagai yang terbesar sepanjang sejarah pengungkapan narkoba di tanah air.

“Petugas menemukan 67 dus berwarna cokelat yang disembunyikan di kompartemen khusus lambung kapal. Masing-masing dus berisi bungkusan teh asal China, yang ternyata merupakan kemasan sabu,” ujar Marthinus saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (26/5/2025).

Dari penggerebekan itu, tim gabungan turut menangkap enam anak buah kapal (ABK), terdiri dari empat warga negara Indonesia dan dua warga negara asing asal Thailand. Mereka diduga terlibat langsung dalam upaya penyelundupan narkotika lintas negara.

Menurut Marthinus, keberhasilan ini merupakan hasil sinergi lintas lembaga, mulai dari BNN, Kepolisian, Bea dan Cukai, hingga unsur TNI Angkatan Laut. Ia menyebut kolaborasi antarlembaga menjadi kekuatan utama dalam melindungi masyarakat dari bahaya narkoba.

Saat peninjauan berlangsung, Kepala BNN didampingi sejumlah pejabat, antara lain Kapolda Kepulauan Riau Irjen Asep Safrudin, Komandan Lantamal Kepri Laksamana Pertama TNI Berkat Widjanarko, serta jajaran Direktorat Interdiksi BNN dan Bea Cukai.

Hingga kini, proses gelar perkara dan penghitungan akhir jumlah sabu yang disita masih dilakukan oleh tim gabungan. BNN belum merinci total berat barang bukti, namun dipastikan nilainya mencapai triliunan rupiah. (ihd)

Berita Terkait

Pemeriksaan Jenazah Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Libatkan Ahli DNA dan Toksikologi
Yaqut Melawan, Persoalkan Hilangnya Nama Fuad Hasan dalam Dakwaan Korupsi Haji
KPK Dakwa Yaqut Rugikan Negara Rp622 Miliar, Pembagian Kuota 50 Persen Disorot
Kejagung Kembali Periksa Tujuh Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Misteri 995 Senjata di Sekolah Kebayoran Lama, Polisi Telusuri Status dan Isi Ruang Terkunci
Tersangka Tambang Nikel Ilegal Hadiri Pertemuan Presiden, Bareskrim: Tak Wajib Ditahan
Bandingkan Penanganan Febrie, Nadiem: Saya Langsung Diborgol dan Pakai Rompi
ETLE Kini Kini Bisa Kenali Wajah Pelanggar, Pelat Palsu Tetap Teridentifikasi

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Pemeriksaan Jenazah Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Libatkan Ahli DNA dan Toksikologi

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:46 WIB

Yaqut Melawan, Persoalkan Hilangnya Nama Fuad Hasan dalam Dakwaan Korupsi Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:19 WIB

KPK Dakwa Yaqut Rugikan Negara Rp622 Miliar, Pembagian Kuota 50 Persen Disorot

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:16 WIB

Kejagung Kembali Periksa Tujuh Saksi dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 7 Agustus 2026 - 15:55 WIB

Misteri 995 Senjata di Sekolah Kebayoran Lama, Polisi Telusuri Status dan Isi Ruang Terkunci

Berita Terbaru