Purbaya Dukung Perluasan Papan Digital di Sekolah, Idealnya Satu Kelas Satu IFP

Rabu, 12 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Ekonomi Purbaya mengunjungi sejumlah sekolah di Jakarta dan mengamati langsung penggunaan IFP dalam proses pembelajaran. (Kementerian Ekonomi)

Menteri Ekonomi Purbaya mengunjungi sejumlah sekolah di Jakarta dan mengamati langsung penggunaan IFP dalam proses pembelajaran. (Kementerian Ekonomi)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendukung keberlanjutan program papan edukasi digital atau Interactive Flat Panel (IFP) di sekolah. Pemerintah dinilai perlu menyediakan anggaran sesuai kebutuhan agar pemanfaatan teknologi pembelajaran tersebut dapat diperluas secara bertahap.

Purbaya menyampaikan hal itu setelah mengunjungi sejumlah sekolah di Jakarta, Rabu (12/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia mengamati langsung penggunaan IFP dalam proses pembelajaran.

“Saya tadi ingin melihat bagaimana pemakaian papan edukasi digital atau brite panel program Bapak Presiden Prabowo di sekolah-sekolah,” ujar Purbaya dalam keterangan pers di Jakarta.

Purbaya bahkan mengikuti kegiatan belajar mengajar selama sekitar 30 menit di dua kelas, masing-masing pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

Dari pengamatannya, penggunaan papan digital membuat proses pembelajaran berlangsung lebih interaktif. Teknologi tersebut juga dinilai membantu guru menyampaikan materi sekaligus memudahkan siswa memahami pelajaran yang relatif sulit.

“Ternyata saya saksikan tadi, saya ikuti kelasnya, duduk setengah jam di dua kelas. Itu amat efektif, membuat mata pelajaran yang sulit bisa diajarkan dengan relatif mudah ke murid-muridnya,” katanya.

Menurut Purbaya, manfaat tersebut menjadi alasan program digitalisasi pembelajaran layak dilanjutkan dan diperluas. Ia mengusulkan agar dalam jangka panjang setiap ruang kelas dapat memiliki satu perangkat IFP.

“Cuma kalau saya pikir, masih kurang. Idealnya ada satu kelas, satu, secara bertahap nanti ke depan. Jadi program ini amat baik dan patut dilanjutkan,” ujarnya.

Purbaya mengatakan perluasan penyediaan IFP akan dilakukan secara bertahap. Penganggaran untuk program tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta rencana pemerintah pada tahun-tahun mendatang.

Penyaluran perangkat IFP merupakan bagian dari tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025 tentang Percepatan Pelaksanaan Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Pembangunan dan Pengelolaan Sekolah Menengah Atas Unggul Garuda, serta Digitalisasi Pembelajaran.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan rencana penambahan sekitar satu juta panel pintar interaktif pada 2026. Penambahan itu ditujukan agar setiap sekolah setidaknya memiliki tiga hingga empat ruang kelas yang dilengkapi IFP.

Dalam tiga tahun, jumlah ruang kelas yang dilengkapi perangkat tersebut ditargetkan meningkat menjadi sedikitnya enam ruang kelas di setiap sekolah. Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diharapkan tidak berhenti pada penyediaan perangkat, tetapi juga memperluas akses siswa terhadap metode belajar yang interaktif. (ihd)

Berita Terkait

Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu
ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal
Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik
Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru
Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026
Pesan Purbaya untuk Penerima LPDP: Jaga Etika, Keluarga Harus Kembalikan Dana
Purbaya Perketat Pembenahan Pajak, Bidik Rasio Perpajakan 12 Persen
Pimpinan OJK dan Jajaran Ramai-ramai Mundur, Otoritas Pastikan Pengawasan Berjalan

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:31 WIB

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal

Senin, 15 Juni 2026 - 17:13 WIB

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:39 WIB

Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026

Berita Terbaru