Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu

Selasa, 11 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Jennus)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah menyiapkan skema pembatasan pembelian BBM bersubsidi Pertalite secara bertahap dengan menyasar masyarakat berpenghasilan tinggi. Kebijakan ini diharapkan membuat subsidi energi lebih tepat sasaran sekaligus menjaga ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di tengah fluktuasi harga minyak dunia.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, pemerintah tengah mematangkan sistem pengendalian subsidi bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menurut dia, infrastruktur digital yang dimiliki PT Pertamina dinilai memadai untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut.

“Kami membahas kemungkinan implementasi pembatasan subsidi Pertalite untuk kelompok atas,” ujar Purbaya seusai menerima kunjungan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Skema yang dikaji adalah melarang masyarakat yang berada pada desil 9 dan 10 – kelompok dengan tingkat kesejahteraan tertinggi – membeli Pertalite. Mereka nantinya diarahkan menggunakan BBM nonsubsidi.

Purbaya menegaskan, kebijakan itu tidak akan diterapkan sekaligus. Pemerintah memilih pendekatan bertahap agar penyesuaian berjalan mulus setelah seluruh sistem siap dioperasikan.

“Sedang kami pelajari sistemnya. Harapannya, beberapa bulan kemudian subsidi bisa dikurangi secara bertahap,” katanya.

Menurut Purbaya, kehati-hatian diperlukan karena harga minyak dunia masih bergerak tidak menentu. Karena itu, pengendalian subsidi menjadi salah satu instrumen untuk menjaga ruang fiskal hingga akhir tahun.

Selain membahas subsidi BBM, pertemuan kedua menteri juga menitikberatkan pada upaya mengamankan APBN. Purbaya mengingatkan, sektor ESDM merupakan penyumbang terbesar penerimaan negara bukan pajak (PNBP), sehingga koordinasi antarkementerian menjadi penting dalam menjaga stabilitas fiskal.

“Kami harus terus waspada dan memastikan APBN tetap aman sampai akhir tahun,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menilai pola penyaluran subsidi energi selama ini masih menyisakan persoalan ketepatan sasaran. Menurut dia, tidak sedikit masyarakat yang tergolong mampu masih menikmati BBM bersubsidi.

“Yang kami bahas adalah pola subsidi BBM agar benar-benar tepat sasaran,” kata Bahlil.

Ia menambahkan, pemerintah sedang merancang sistem penyaluran subsidi yang lebih akurat karena setiap tahun negara mengalokasikan ratusan triliun rupiah untuk subsidi energi. Dengan penargetan yang lebih baik, manfaat subsidi diharapkan lebih banyak dinikmati masyarakat yang benar-benar membutuhkan. (ihd)

Berita Terkait

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal
Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik
Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru
Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026
Pesan Purbaya untuk Penerima LPDP: Jaga Etika, Keluarga Harus Kembalikan Dana
Purbaya Perketat Pembenahan Pajak, Bidik Rasio Perpajakan 12 Persen
Pimpinan OJK dan Jajaran Ramai-ramai Mundur, Otoritas Pastikan Pengawasan Berjalan
Purbaya Yakin Modal Fiskal-Moneter Cukup untuk Pertumbuhan 6 Persen

Berita Terkait

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:43 WIB

Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:31 WIB

ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal

Senin, 15 Juni 2026 - 17:13 WIB

Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:15 WIB

Menkeu Bidik Investor China dan Inggris, Surat Utang Jadi Sumber Pembiayaan Baru

Kamis, 7 Mei 2026 - 18:39 WIB

Purbaya Alokasikan Rp55 Triliun, Gaji ke-13 untuk ASN dan Pensiunan Cair Juni 2026

Berita Terbaru