Dedi Mulyadi Siap Diperiksa, Dukung Penyelidikan Tragedi Garut

Sabtu, 19 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya bila harus 
diperiksa aparat kepolisian terkait tragedi dalam pesta rakyat di Alun-alun Garut yang menewaskan tiga orang, Jumat (18/72025). (Jennus/Antara)

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya bila harus diperiksa aparat kepolisian terkait tragedi dalam pesta rakyat di Alun-alun Garut yang menewaskan tiga orang, Jumat (18/72025). (Jennus/Antara)

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan kesiapannya bila harus diperiksa aparat kepolisian terkait tragedi dalam pesta rakyat di Alun-alun Garut yang menewaskan tiga orang, Jumat (18/7). Tragedi tersebut merupakan bagian dari rangkaian pesta pernikahan putranya, Maula Akbar, dengan Wakil Bupati Garut, Luthfianisa Putri Karlina.

Dedi menegaskan dirinya tidak akan menghindar jika diminta memberi keterangan oleh Kepolisian Daerah Jawa Barat. Menurutnya, seluruh warga negara, tak terkecuali dirinya, memiliki kedudukan yang sama di depan hukum.

“Enggak ada masalah. Kan semua orang kedudukannya sama di depan hukum. Mau anak saya, mau saya sendiri, kalau dipanggil ya harus datang dan memberikan keterangan secara benar,” ujar Dedi di Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Sabtu (19/7).

Ia mengaku siap mendukung penuh proses penyelidikan dan berharap pihak kepolisian bekerja secara transparan agar masyarakat mendapat penjelasan yang jernih dan objektif.

“Saya dengan lapang dada dan dengan tangan terbuka bahkan mendukung upaya investigatif. Lakukan secara transparan agar publik mendapat penjelasan yang objektif,” kata Dedi.

Tragedi dalam pesta rakyat tersebut terjadi ketika ribuan warga memadati area Alun-alun Garut dalam acara hiburan rakyat. Kericuhan tak terelakkan ketika massa membludak, hingga menimbulkan korban jiwa dan puluhan luka-luka.

Data dari kepolisian menyebutkan, sebanyak 26 orang harus dilarikan ke rumah sakit, sementara tiga orang dinyatakan meninggal dunia. Ketiganya adalah Vania Aprilia (8), warga Kelurahan Sukamentri; Dewi Jubaeda (61); dan Bripka Cecep Saeful Bahri (39), anggota Polres Garut.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan sebelumnya menyampaikan bahwa penyelidikan mendalam tengah dilakukan untuk mengungkap kelalaian dalam pelaksanaan acara tersebut. Sejumlah saksi, termasuk dari panitia penyelenggara dan pihak keamanan, telah diperiksa.

Hingga kini, suasana di sekitar Alun-alun Garut masih dijaga ketat. Sementara masyarakat terus menanti kejelasan atas insiden yang mencederai momen kebahagiaan keluarga pejabat tinggi di Jawa Barat tersebut. (ihd)

Berita Terkait

Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden
Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana
Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor
Tiga Dakwaan Menjerat Taufik Hidayat dalam Kasus Kekerasan terhadap YTR
Temuan Kementerian Imipas di Lapas Cibinong Berubah, Bappisus Perdalam Investigasi
Bebasnya Mary Jane, Pelajaran Panjang Perlindungan Pekerja Migran
Ferdy Sambo Diperiksa, Investigasi Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Berlanjut

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Kepemimpinan Sigit Berakhir Setelah Menyeberangi Dua Era Presiden

Kamis, 1 Oktober 2026 - 16:29 WIB

Suyudi Ario Gantikan Sigit Pimpin Polri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri

Rabu, 30 September 2026 - 20:23 WIB

Kematian Sutrimo Lampaui Bulan Kedua, Polisi Belum Temukan Unsur Pidana

Rabu, 30 September 2026 - 16:56 WIB

Apartemen di Lapas Cibinong Dibongkar, Lahannya Tetap Aset Pemkab Bogor

Rabu, 30 September 2026 - 16:12 WIB

Tiga Dakwaan Menjerat Taufik Hidayat dalam Kasus Kekerasan terhadap YTR

Berita Terbaru