Stok Beras Tertinggi dalam Sejarah, Pemerintah Pastikan Tidak Impor Tahun Ini

Senin, 3 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025). (jennus)

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025). (jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional mencapai 3,8 juta ton, jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Capaian ini disebut menjadi bukti kemandirian pangan Indonesia dan menguatkan posisi pemerintah untuk tidak melakukan impor beras sepanjang 2025.

“Insya Allah tahun ini kita hampir pasti tidak ada impor. Sampai detik ini tidak ada impor,” ujar Amran di sela kunjungannya ke Balai Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Serpong, Tangerang, Banten, Senin (3/11/2025).

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi padi nasional tahun 2025 diproyeksikan mencapai 34,77 juta ton, meningkat 4,15 juta ton atau sekitar 13,59 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan produksi tersebut turut mendorong peningkatan nilai tukar petani (NTP) hingga 124 persen, menandakan perbaikan kesejahteraan petani.

Amran menilai keberhasilan ini merupakan hasil kolaborasi lintas daerah dan bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap petani. “Kebijakan yang dijalankan saat ini terbukti efektif. Pemerintah menaikkan harga pembelian gabah (HPP) menjadi Rp6.500 per kilogram dan menurunkan harga pupuk hingga 20 persen,” katanya.

Dengan produksi melimpah, Amran optimistis Indonesia dapat menjaga kemandirian pangan di tengah dinamika global. “Kita tidak hanya berhenti di swasembada, tapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan bahwa Indonesia kini dalam kondisi surplus beras. “Tahun 2024 kita impor beras 4,5 juta ton, tahun 2025 nol. Tidak ada impor, dan di gudang kita surplus 4 juta ton,” ujar Zulkifli dalam Sarasehan 100 Ekonom di Jakarta, Selasa (28/10).

Menurut Zulkifli, deregulasi menjadi kunci sukses capaian tersebut. Pemerintah menyederhanakan aturan distribusi pupuk dan memangkas regulasi pembangunan serta rehabilitasi irigasi agar bisa ditangani langsung oleh pemerintah pusat.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani memastikan seluruh beras yang beredar di pasaran merupakan hasil produksi petani dalam negeri. “Beras Bulog adalah beras yang berkualitas, sehat, dan layak konsumsi. Ini beras kebanggaan masyarakat Indonesia,” kata Rizal saat peluncuran kemasan baru Beras Befood Sentra Ramos di Jakarta, Minggu (2/11).

Bulog, lanjut Rizal, terus memperluas penyerapan hasil panen dari berbagai daerah sebagai bentuk komitmen untuk memperkuat posisi petani lokal dan menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (ihd)

Berita Terkait

Indonesia Miliki Peluang Besar untuk Jadi Pemain Utama Ekonomi dan Keuangan Syariah Global
ANG Disiapkan Jadi Alternatif LPG, Efisiensi Gas Dua Kali Lipat
Rp5,90 Triliun Transaksi Lintas Negara, QRIS Indonesia Raih Pengakuan Dunia
Rp195,2 Triliun Dana Daerah Mengendap di Bank, Purbaya Minta Pemda Segera Belanjakan
Purbaya Dukung Perluasan Papan Digital di Sekolah, Idealnya Satu Kelas Satu IFP
Pembatasan Pertalite Dilakukan Bertahap, Menkeu Bidik Kelompok Mampu
ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Setelah Harga Minyak Dunia Normal
Rupiah Menguat, Pasar Sambut Positif Kabar Kesepakatan AS-Iran Akhiri Konflik

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:00 WIB

Indonesia Miliki Peluang Besar untuk Jadi Pemain Utama Ekonomi dan Keuangan Syariah Global

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

ANG Disiapkan Jadi Alternatif LPG, Efisiensi Gas Dua Kali Lipat

Selasa, 22 September 2026 - 14:29 WIB

Rp5,90 Triliun Transaksi Lintas Negara, QRIS Indonesia Raih Pengakuan Dunia

Senin, 14 September 2026 - 14:31 WIB

Rp195,2 Triliun Dana Daerah Mengendap di Bank, Purbaya Minta Pemda Segera Belanjakan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 15:24 WIB

Purbaya Dukung Perluasan Papan Digital di Sekolah, Idealnya Satu Kelas Satu IFP

Berita Terbaru