Indonesia kehilangan gelandang Thom Haye pada menit ke-36 setelah wasit memberikan kartu merah melalui tinjauan Video Assistant Referee (VAR) akibat pelanggaran terhadap pemain Malaysia, Arif Aiman. Sejak saat itu, Garuda dipaksa lebih banyak bertahan menghadapi tekanan Malaysia.
Padahal, Indonesia sempat mengawali pertandingan dengan agresif. Justin Hubner mencetak gol pada menit keempat setelah memanfaatkan kemelut di depan gawang Malaysia. Namun, gol tersebut dianulir wasit karena dinilai terjadi pelanggaran sebelum bola masuk ke gawang.
Kartu merah Haye mengubah jalannya pertandingan. Indonesia yang sebelumnya berusaha membangun serangan harus mengubah prioritas menjadi menjaga keseimbangan dan menutup ruang bagi pemain Malaysia.
Situasi itu membuat lini pertahanan Indonesia bekerja keras. Maarten Paes menjadi salah satu pemain penting yang menjaga gawang Garuda tetap steril. Beberapa penyelamatan dilakukan kiper Indonesia tersebut ketika Malaysia meningkatkan tekanan, terutama setelah unggul jumlah pemain.
Paes tidak hanya mengandalkan refleks di bawah mistar. Ia juga beberapa kali memberikan instruksi kepada pemain di depannya agar garis pertahanan tetap rapat. Penampilannya membantu Indonesia mempertahankan konsentrasi ketika Malaysia terus berusaha memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Laporan pertandingan mencatat Paes melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Di depan Paes, Kevin Diks, Elkan Baggott, Justin Hubner, serta pemain-pemain lain menjaga pertahanan dengan disiplin. Mereka berusaha mempersempit ruang gerak penyerang Malaysia sekaligus mengurangi kemungkinan lawan mendapatkan peluang bersih.
Malaysia memang lebih leluasa menguasai permainan setelah Indonesia kehilangan Haye. Namun, keunggulan jumlah pemain tidak otomatis menghasilkan gol. Indonesia bertahan dengan blok yang relatif rapat dan sesekali mencoba melakukan serangan balik.
Pertandingan tersebut juga memperlihatkan pentingnya konsentrasi hingga detik-detik terakhir. Indonesia mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan meski menghadapi tekanan panjang setelah bermain dengan 10 pemain.
Hasil 0-0 membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan di Grup A. Pada laga pembuka, Indonesia menang 2-0 atas Singapura, sedangkan Malaysia mengalahkan Bangladesh 3-0.
Dengan demikian, persaingan Grup A masih terbuka. Indonesia selanjutnya menghadapi Bangladesh pada 1 Oktober, sementara Malaysia bertemu Singapura pada hari yang sama.
Bagi Indonesia, hasil tanpa gol di GBK menjadi catatan tersendiri. Dalam pertandingan yang sejak menit ke-36 dimainkan dengan 10 pemain, kemampuan mempertahankan organisasi pertahanan dan tidak kehilangan konsentrasi menjadi faktor penting yang mengantarkan Garuda keluar dari tekanan Malaysia dengan satu poin. (ihd)














