Presiden Setuju Bentuk Komite Independen Selidiki ‘Prahara Agustus’

Jumat, 12 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Gerakan Nurani Bangsa yang juga eks menteri agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan hasil pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Antara/Mentari Dwi Gayati)

Anggota Gerakan Nurani Bangsa yang juga eks menteri agama RI, Lukman Hakim Saifuddin, menyampaikan hasil pertemuan Gerakan Nurani Bangsa (GNB) dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Antara/Mentari Dwi Gayati)

Kerusuhan yang disebut GNB sebagai prahara Agustus itu ditandai aksi pembakaran, penjarahan, dan bentrokan yang menimbulkan korban jiwa. Tercatat sepuluh orang meninggal, termasuk Affan Kurniawan yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis Barracuda milik Brimob Polri.

“Presiden menyetujui pembentukan Komisi Investigasi Independen. Detail format dan mekanismenya akan disampaikan Istana,” kata Lukman Hakim Saifuddin, mewakili GNB, seusai pertemuan dengan Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/9) malam.

Menurut Lukman, investigasi independen diperlukan agar unjuk rasa mahasiswa, pelajar, dan aktivis yang berlangsung damai tidak difitnah sebagai penyebab kerusuhan. Ia menegaskan, demonstrasi adalah hak konstitusional warga negara sebagaimana dijamin UUD 1945.

“Demo itu berlangsung damai, tetapi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan, perusakan fasilitas, penjarahan, hingga pembakaran. Untuk menghapus fitnah dan tuduhan saling menyalahkan, harus ada investigasi,” ujarnya.

Lukman menambahkan, komisi independen perlu diisi figur berintegritas tinggi, profesional, dan mandiri dengan kewenangan kuat.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan GNB di Istana berlangsung sekitar tiga jam. Hadir sejumlah tokoh lintas agama dan bangsa, antara lain Franz Magnis-Suseno, M. Quraish Shihab, Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, KH Ahmad Mustofa Bisri, Kardinal Ignatius Suharyo, Alissa Wahid, Karlina Supelli, Bhikkhu Pannyavaro, hingga aktor Slamet Rahardjo. (rih)

 

Berita Terkait

Ada Gratifikasi ke Fadia Arafiq lewat Ajudan dan Proyek Outsourcing, KPK Dalami
Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,68 Triliun
Rocky Gerung Pantau Sidang Nadiem, Soroti ‘Nalar Hukum’ Kasus Chromebook
Kejari Kota Bekasi Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang
Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal Saat Kebakaran Rumah, Polisi Masih Selidiki Asal Api
Ex Dirut BJB Yuddy Renaldi Divonis Bebas, Hakim Nilai Tak Ada Intervensi Kredit Sritex
Hoaks Seret Nama Menag, Nasaruddin Umar Tegaskan Nol Toleransi Kekerasan Seksual
Hanya Dua Lolos UKK, Seleksi Direksi BSP Disorot: Diduga Langgar Aturan Negara

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:59 WIB

Ada Gratifikasi ke Fadia Arafiq lewat Ajudan dan Proyek Outsourcing, KPK Dalami

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:50 WIB

Jaksa Tuntut Nadiem 18 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook, Uang Pengganti Capai Rp5,68 Triliun

Senin, 11 Mei 2026 - 17:15 WIB

Rocky Gerung Pantau Sidang Nadiem, Soroti ‘Nalar Hukum’ Kasus Chromebook

Jumat, 8 Mei 2026 - 19:55 WIB

Kejari Kota Bekasi Periksa 14 Saksi Terkait Dugaan Pungli Izin MCK Pasar Bantargebang

Jumat, 8 Mei 2026 - 16:50 WIB

Anggota BPK Haerul Saleh Meninggal Saat Kebakaran Rumah, Polisi Masih Selidiki Asal Api

Berita Terbaru

Nasional

Wamendagri Tekankan Gerakan ASRI Bukan Sekadar Seremoni

Selasa, 19 Mei 2026 - 10:58 WIB