JENDELANUSANTARA.COM, Ankara — Pemerintah Amerika Serikat memantau kemungkinan perubahan sikap China dalam konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Laporan media menyebutkan Beijing diduga mulai memberikan dukungan tidak langsung kepada Teheran, antara lain berupa bantuan finansial serta pasokan komponen yang berkaitan dengan sistem rudal.
Stasiun televisi CNN pada Jumat (6/3/2026) melaporkan, mengutip tiga sumber yang mengetahui situasi tersebut, bahwa sejauh ini China masih berupaya menghindari keterlibatan langsung dalam konflik bersenjata antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Namun, sejumlah pejabat di Washington mulai memantau tanda-tanda perubahan posisi Beijing.
China selama ini merupakan pembeli utama minyak mentah Iran. Dalam komunikasi diplomatik terpisah, Beijing juga disebut telah mendesak Teheran untuk memastikan keamanan pelayaran kapal-kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi energi dunia.
Salah satu sumber intelijen mengatakan kepada CNN bahwa pemerintah China berhati-hati dalam memberikan dukungan kepada Iran karena konflik yang semakin meluas berpotensi mengganggu ketahanan energi negara tersebut.
Selain itu, laporan yang sama menyebutkan Rusia diduga turut membantu Iran dengan membagikan citra satelit serta data intelijen penargetan, termasuk informasi mengenai posisi dan pergerakan pasukan Amerika Serikat. Namun, Central Intelligence Agency (CIA) menolak memberikan komentar terkait laporan tersebut.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan drone Iran di Kuwait City, Kuwait, pekan lalu menewaskan enam tentara Amerika Serikat dan melukai sejumlah lainnya.
Dalam eskalasi konflik yang terus berlangsung, Iran dilaporkan telah meluncurkan ribuan drone serang dan ratusan rudal yang menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat, kedutaan besar, serta sejumlah sasaran sipil. Sebaliknya, serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel disebut telah menghantam lebih dari 2.000 lokasi di wilayah Iran.
Ketegangan memuncak sejak serangan besar-besaran yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, lebih dari 150 siswi, serta sejumlah pejabat militer senior.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan rudal dan drone yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat, fasilitas diplomatik, serta kota-kota di Israel. Serangan balasan itu terus meningkat dan memperbesar kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. (Anadolu/ihd)














