PBB Desak Deeskalasi, Peringatkan Risiko Perang Lebih Luas di Timur Tengah

Minggu, 1 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres (un.org)

Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres (un.org)

JENDELANUSANTARA.COM, New York — Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mendesak penghentian segera konflik dan permusuhan di Timur Tengah menyusul saling serang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Dalam rapat Dewan Keamanan di Markas PBB, New York, Guterres memperingatkan bahwa kegagalan melakukan deeskalasi dapat memicu konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Alternatifnya adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Guterres menekankan pentingnya semua pihak kembali ke meja perundingan, terutama terkait isu program nuklir Iran. Menurut dia, dialog diplomatik menjadi satu-satunya jalan untuk mencegah krisis semakin memburuk di kawasan yang selama ini diliputi ketegangan geopolitik.

Ia juga meminta seluruh negara anggota PBB mematuhi kewajiban berdasarkan hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional, kata dia, mutlak diperlukan guna melindungi warga sipil serta menjamin keselamatan fasilitas vital, termasuk instalasi nuklir.

“Mari bertindak secara bertanggung jawab dan bersama-sama untuk menarik kawasan ini, dan dunia kita, menjauh dari jurang konflik,” kata Guterres.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran. Laporan awal menyebutkan adanya korban sipil.

Sebagai respons, Iran menembakkan rudal ke wilayah Israel serta menargetkan instalasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Eskalasi tersebut memicu kekhawatiran komunitas internasional akan meluasnya konflik terbuka di kawasan yang menjadi salah satu titik paling rawan di dunia. (Sputnik/Ria/ihd)

Berita Terkait

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata
AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington
Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:19 WIB

Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Berita Terbaru