JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengisahkan pengalamannya kembali ke Tanah Air usai menunaikan ibadah umrah di tengah memanasnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Rano tiba di Indonesia pada Rabu (4/3/2026) dan menyampaikan secara umum jamaah umrah yang menggunakan penerbangan langsung (direct) tidak mengalami gangguan berarti. Namun, persoalan muncul pada jamaah yang harus transit melalui Qatar dan Uni Emirat Arab.
“Yang transit melalui Qatar dan Abu Dhabi semuanya berhenti. Ini yang membuat kemarin mungkin lebih dari 38.000 jamaah kita tidak bisa kembali dan harus menunggu,” ujar Rano di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Menurut dia, hanya tiga maskapai yang tetap dapat melayani penerbangan langsung menuju Indonesia, yakni Saudia, Lion Air, dan Garuda Indonesia. Rano sendiri pulang menggunakan penerbangan Garuda Indonesia.
Dalam penerbangan tersebut, ia mendapati banyak warga negara asing yang turut menumpang demi bisa keluar dari kawasan terdampak pembatasan ruang udara. Salah satu kisah yang paling menyita perhatian adalah seorang jamaah yang rela transit di Qatar menempuh perjalanan darat panjang dari Doha demi mendapatkan penerbangan langsung.
“Jamaah itu dari Doha yang naik taksi ke Riyadh. Ongkosnya hampir Rp85 juta. Setelah itu dia naik pesawat Garuda untuk kembali,” kata Rano.
Langkah itu ditempuh karena jalur transit di sejumlah bandara dihentikan sementara menyusul eskalasi konflik dan pembatasan penerbangan di beberapa negara.
Rano menuturkan, selama berada di Tanah Suci, situasi relatif aman. Wilayah Madinah hingga Makkah disebutnya tetap kondusif dan tidak terdampak langsung oleh ketegangan regional.
“Walaupun hari ke hari saya mengikuti berita, insya Allah Makkah dan Madinah relatif aman, tidak ada masalah,” ujarnya.
Ia berharap konflik di kawasan tersebut segera mereda agar jamaah yang hendak menunaikan ibadah umrah maupun haji dapat berangkat dan kembali dengan tenang tanpa hambatan penerbangan.
“Mudah-mudahan pertempuran yang terjadi bisa segera selesai,” kata Rano. (ihd)














