JENDELANUSANTARA.COM, Teheran – Militer Iran memperingatkan Amerika Serikat, Israel, dan negara-negara sekutunya agar tidak mengambil langkah yang dapat memicu eskalasi menjelang rangkaian penghormatan terakhir dan pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang dijadwalkan berlangsung pada 4-9 Juli 2026.
Komandan Markas Pusat Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menegaskan, Teheran akan memberikan respons keras terhadap setiap ancaman maupun tindakan militer yang ditujukan kepada Iran. Pernyataan itu disampaikan melalui siaran televisi pemerintah IRIB, Kamis (2/7/2026).
“Pada hari-hari yang penuh pelajaran ini, kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat, Israel, serta para sekutu mereka di kawasan maupun di luar kawasan, agar tidak melakukan kesalahan perhitungan dalam bentuk apa pun,” ujar Abdollahi.
Menurut dia, seluruh unsur angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap menghadapi kemungkinan ancaman. Ia menegaskan setiap bentuk agresi terhadap Iran akan dibalas secara cepat dan tegas.
Abdollahi juga secara khusus menyinggung situasi di Selat Hormuz. Ia memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mencampuri perkembangan keamanan di jalur pelayaran strategis tersebut.
Menurut Abdollahi, kehadiran pesawat tempur dan pesawat nirawak militer Amerika Serikat di wilayah udara Selat Hormuz justru meningkatkan ketegangan dan berpotensi mengganggu stabilitas keamanan kawasan.
Rangkaian penghormatan terakhir bagi Khamenei dijadwalkan berlangsung pada 4-9 Juli. Prosesi di Teheran akan digelar pada 4-6 Juli, kemudian dilanjutkan upacara di Qom pada 7 Juli serta di Najaf dan Karbala, Irak, pada 8 Juli.
Khamenei dijadwalkan dimakamkan di kampung halamannya, Mashhad, di timur laut Iran, pada 9 Juli. Sementara itu, upacara kenegaraan yang dihadiri para kepala negara, pejabat tinggi, dan delegasi asing akan berlangsung di Teheran pada 3 Juli.
Khamenei dilaporkan tewas dalam serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel di Teheran pada 28 Februari 2026. Seusai peristiwa tersebut, putranya, Mojtaba Khamenei, ditetapkan sebagai pemimpin tertinggi Iran.
Sejak penunjukan itu, Mojtaba belum pernah tampil di hadapan publik. Meski demikian, ia telah beberapa kali menyampaikan pesan kepada masyarakat Iran melalui media resmi pemerintah. (ihd)














