AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (27/7/2026). (Xinhua)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (27/7/2026). (Xinhua)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Pemerintah Iran membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang sebelumnya mengklaim kedua negara tengah menjalani perundingan secara bersahabat. Teheran menegaskan hingga kini tidak ada proses negosiasi yang berlangsung dengan Washington.

Penegasan itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, dalam konferensi pers di Teheran, Senin (27/7/2026). Menurut Baghaei, klaim mengenai adanya perundingan tidak mencerminkan kondisi yang sebenarnya.

“Pada saat ini tidak ada negosiasi yang berlangsung antara Iran dan Amerika Serikat,” kata Baghaei.

Ia menambahkan, Iran tetap berpegang pada prinsip bahwa dialog hanya dapat dilakukan apabila terdapat komitmen dan penghormatan terhadap kesepakatan yang telah dibuat. Dalam pandangan Teheran, justru Amerika Serikat yang dinilai telah mengingkari komitmen tersebut.

Baghaei menegaskan Washington merupakan pihak yang melanggar nota kesepahaman sehingga tidak memiliki dasar untuk mengklaim sedang membangun hubungan diplomatik yang positif dengan Iran.

Pernyataan itu memperlihatkan masih lebarnya jurang perbedaan sikap antara kedua negara, meski sebelumnya Presiden Donald Trump menyebut hubungan dengan Iran memasuki fase perundingan yang berlangsung secara bersahabat. Sikap Iran tersebut sekaligus mengindikasikan belum adanya kemajuan nyata menuju pembukaan kembali jalur diplomasi antara kedua negara yang selama bertahun-tahun diwarnai ketegangan. (ihd)

Berita Terkait

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:17 WIB

AS Dituding Langgar Kesepahaman, Iran Bantah Ada Perundingan dengan Washington

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:32 WIB

UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:39 WIB

Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi

Berita Terbaru