JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Seorang perempuan yang tengah mengantre makanan di area food court Mal Senayan City, Jakarta Pusat, tiba-tiba ditendang dari belakang oleh seorang pria yang tidak dikenalnya. Peristiwa yang terjadi di tengah keramaian itu membuat korban tersungkur dan mengalami guncangan psikologis.
Aksi tersebut berlangsung pada Rabu (16/9/2026) sore dan terekam kamera pengawas. Rekaman kejadian kemudian beredar luas di media sosial hingga memicu perhatian publik.
Polisi telah mengamankan pria berinisial RS (44), yang diduga sebagai pelaku. Namun, alasan di balik tindakan tersebut belum diketahui.
“Motif masih didalami karena yang bersangkutan baru diamankan subuh dini hari,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Budi, penyidik juga memastikan dugaan bahwa pelaku melakukan aksinya karena terpengaruh minuman keras tidak terbukti. Saat kejadian, yang bersangkutan disebut tidak mengonsumsi alkohol.
“Yang bersangkutan dalam kondisi tidak mengonsumsi minuman keras,” ujarnya.
Keterangan tersebut membuat penyidik masih perlu menggali latar belakang tindakan pelaku. Polisi kini memeriksa sejumlah saksi dan mempelajari rekaman CCTV untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kejadian.
Korban sendiri disebut sama sekali tidak mengenal pelaku. Ia sedang berdiri mengantre di salah satu stan makanan ketika tiba-tiba mendapat tendangan dari arah belakang.
Dampak kejadian tidak hanya berupa kemungkinan cedera fisik. Polisi menyebut korban mengalami syok dan trauma setelah mendapat serangan secara mendadak di ruang publik.
“Kita harus menjaga kondisi psikologis dari korban yang syok. Polda Metro Jaya memberikan pendampingan trauma healing dalam menangani perkara terhadap korban,” kata Budi.
Kepolisian juga mengarahkan korban menjalani visum et repertum. Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi korban dan mengetahui ada atau tidaknya luka atau cedera akibat terjatuh setelah ditendang.
“Apabila ada luka ataupun cedera, pasti kita minta untuk dilakukan visum,” ujar Budi.
Di sisi lain, penyidik Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya masih melengkapi keterangan saksi. Sejumlah orang yang diperiksa antara lain pihak manajemen food court dan kerabat pelaku yang berada di lokasi kejadian.
Rekaman CCTV juga telah diamankan untuk dianalisis. Bagi penyidik, rekaman tersebut menjadi salah satu bahan penting untuk mencocokkan keterangan saksi dengan rangkaian kejadian yang sebenarnya.
Pelaku diamankan Tim Opsnal Subdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya di wilayah Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat sekitar pukul 03.55 WIB.
Kasubdit IV/Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Abdul Rahim mengatakan, setelah mengamankan pelaku, penyidik masih berfokus mengumpulkan barang bukti dan mendalami kronologi serta motif penganiayaan.
“Yang bersangkutan telah diamankan. Saat ini, penyidik masih mengumpulkan barang bukti serta mendalami kronologi dan motif kejadian,” kata Abdul.
Hingga Jumat, polisi telah memeriksa empat saksi. Keterangan mereka akan digunakan untuk memperjelas konstruksi perkara sebelum penyidik menentukan langkah hukum berikutnya.
Polisi mengimbau masyarakat tidak menarik kesimpulan sendiri dari potongan informasi yang beredar di media sosial. Polda Metro Jaya meminta publik memberikan kesempatan kepada penyidik untuk mengungkap kejadian berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti yang tersedia. (ihd)














