Namanya Muncul di WAG bersama Nadiem dan Jurist Tan, Fiona Diperiksa Lagi 

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fiona Handayani, eks staf khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim, berada di ruang tunggu Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Nadia Putri Rahmani/Antara)

Fiona Handayani, eks staf khusus Mendikbudristek era Nadiem Makarim, berada di ruang tunggu Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Selasa (5/8/2025). (Nadia Putri Rahmani/Antara)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Fiona Handayani, mantan staf khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim, kembali menjalani pemeriksaan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung. Fiona diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dalam program digitalisasi pendidikan tahun 2019–2022.

Fiona tiba di Gedung Jampidsus, Jakarta, Selasa (5/8/2025), pukul 09.01 WIB. Mengenakan kemeja batik cokelat muda dan celana hitam, ia datang didampingi dua kuasa hukumnya. Saat disapa wartawan, Fiona hanya tersenyum dan mengangguk tanpa memberikan pernyataan.

Kuasa hukum Fiona, Indra Haposan Sihombing, menyatakan bahwa pemeriksaan kliennya hari ini masih dalam kapasitas sebagai saksi. “Hari ini, pemeriksaan berkaitan dengan empat tersangka yang telah ditetapkan sebelumnya,” ujar Indra. Ini menjadi kali ketiga Fiona dipanggil penyidik Kejagung dalam perkara yang sama.

Empat tersangka dalam kasus ini adalah Jurist Tan, eks staf khusus Mendikbudristek; Ibrahim Arief, mantan konsultan teknologi di Kemendikbudristek; Sri Wahyuningsih, Direktur Sekolah Dasar Direktorat PAUD dan Dikdasmen (2020–2021); serta Mulyatsyah, Direktur Sekolah Menengah Pertama pada direktorat yang sama.

Nama Fiona disebut dalam penyidikan karena tergabung dalam grup percakapan WhatsApp bernama Mas Menteri Core Team, bersama Nadiem Makarim dan Jurist Tan. Menurut mantan Direktur Penyidikan Jampidsus Abdul Qohar, grup ini dibentuk pada Agustus 2019 dan telah membahas rencana pengadaan program digitalisasi sebelum Nadiem resmi dilantik sebagai menteri.

“Grup WhatsApp ini menjadi ruang komunikasi awal untuk menyusun rencana pengadaan Chromebook jika Nadiem terpilih menjadi Mendikbudristek,” kata Qohar. Pada 19 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo resmi mengangkat Nadiem sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju.

Kejaksaan Agung masih mendalami peran sejumlah pihak yang terlibat dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pengadaan Chromebook yang bernilai miliaran rupiah itu. Pemeriksaan terhadap Fiona menjadi bagian penting dalam penelusuran awal mula dan potensi penyimpangan pada proyek digitalisasi pendidikan tersebut. (ihd)

Berita Terkait

Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki
Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN
Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013
KPK Dalami Jejaring Swasta di Balik Dugaan Suap Layanan Pertanahan
Tugu Ayam Pelung Raksasa, Cara Polres Cianjur Jinakkan Knalpot Bising
‘Pembinaan’ Berujung Maut, Empat Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Kematian Serda AMF
Rp846 Miliar Aset Disita, Kubu Febrie Adriansyah Minta Keterkaitan Dibuktikan 
KPK Sebut Empat Tersangka Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Nusron Wahid

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:46 WIB

Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki

Jumat, 18 September 2026 - 17:02 WIB

Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN

Jumat, 18 September 2026 - 15:26 WIB

Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013

Kamis, 17 September 2026 - 13:47 WIB

KPK Dalami Jejaring Swasta di Balik Dugaan Suap Layanan Pertanahan

Rabu, 16 September 2026 - 17:56 WIB

Tugu Ayam Pelung Raksasa, Cara Polres Cianjur Jinakkan Knalpot Bising

Berita Terbaru