Ibu Terobos Kobaran Api, Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

Jumat, 9 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demi menyelamatkan anaknya yang masih kecil, seorang ibu menerobos kobaran api dan membawa sang anak keluar melalui bangunan di sebelah rumah makan yang terbakar. (Tangkapan layar video amatir)

Demi menyelamatkan anaknya yang masih kecil, seorang ibu menerobos kobaran api dan membawa sang anak keluar melalui bangunan di sebelah rumah makan yang terbakar. (Tangkapan layar video amatir)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta— Di tengah kobaran api dan kepulan asap hitam yang memenuhi bagian atas sebuah rumah makan di Jalan Pegambiran, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (9/10/2026) pagi, seorang ibu mengambil keputusan dalam hitungan detik. Demi menyelamatkan anaknya yang masih kecil, ia menerobos situasi berbahaya dan membawa sang anak keluar melalui bangunan di sebelah.

Aksi penyelamatan itu berlangsung ketika api membesar di bagian atas rumah makan. Dalam rekaman yang beredar, perempuan tersebut terlihat membawa seorang anak laki-laki berusia sekitar empat tahun. Ia kemudian menyelamatkan anak itu dengan memindahkannya ke bangunan di sebelah sebelum ikut melompat untuk menghindari kobaran api.

Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian membantu ibu dan anak tersebut turun dari atap bangunan. Keduanya dilaporkan berhasil menyelamatkan diri. Aksi itu menjadi bagian paling dramatis dari kebakaran yang terjadi pada pagi hari ketika aktivitas di rumah makan tersebut baru dimulai.

Kebakaran terjadi di rumah makan Padang di Jalan Pegambiran Nomor 45B, RT 013/RW 008, Rawamangun, Kecamatan Pulogadung. Laporan mengenai kebakaran diterima Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur sekitar pukul 07.35 WIB.

Petugas tiba sekitar enam menit kemudian, yakni pukul 07.41 WIB, dan memulai operasi pemadaman pada pukul 07.42 WIB. Sebanyak 11 unit mobil pemadam kebakaran dengan kekuatan sekitar 40 personel dikerahkan. Api kemudian berhasil dilokalisasi sekitar pukul 07.55 WIB, disusul proses pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api. Penanganan dinyatakan selesai sekitar pukul 08.11 WIB.

Kebakaran diduga bermula dari dapur ketika pekerja sedang memasak dan hendak mengganti tabung gas. Saat proses tersebut berlangsung, tiba-tiba terjadi penyalaan api. Pekerja sempat berusaha mengendalikan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), tetapi kobaran api telanjur membesar.

Insiden itu juga menyebabkan sejumlah pekerja mengalami luka bakar. Laporan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Timur menyebut empat pekerja, yakni Tia, Agung, Yusuf, dan Dede, mengalami luka bakar dan telah mendapatkan penanganan medis.

Informasi mengenai jumlah korban sempat berbeda dalam laporan awal karena proses pendataan dan penanganan berlangsung secara bertahap. Pemerintah Kota Jakarta melalui keterangan Suku Dinas Gulkarmat kemudian menyebut empat pekerja mengalami luka bakar. Laporan lain dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyebut lima karyawan mengalami luka bakar dan tiga korban dengan kondisi lebih serius dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, sementara dua lainnya dibawa ke Rumah Sakit Persahabatan.

Bangunan rumah makan yang terbakar disebut memiliki luas sekitar 200 meter persegi. Gerak cepat petugas pemadam menjadi faktor penting untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.

Namun, di antara kepanikan dan kepulan asap itu, perhatian warga justru tertuju pada seorang ibu yang mempertaruhkan keselamatannya untuk membawa anaknya keluar. Tidak ada banyak pilihan ketika jalur penyelamatan biasa terancam api. Ia memilih jalan yang berisiko: menyelamatkan anak lebih dahulu, kemudian mengikuti dari belakang.

Peristiwa di Rawamangun itu kembali memperlihatkan bagaimana kebakaran di bangunan rumah makan dapat berkembang cepat, terutama ketika sumber api berada di area dapur yang menggunakan bahan bakar gas. Dugaan kebocoran LPG kini masih menjadi penyebab yang disampaikan petugas, sementara penanganan utama dilakukan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan tidak merambat ke bangunan sekitar.

Bagi warga yang menyaksikan langsung kejadian tersebut, kobaran api bukan hanya menyisakan kerusakan pada bangunan dan korban luka. Ada satu adegan yang kemungkinan paling lama diingat: seorang ibu mendekap dan menyelamatkan anaknya ketika api mengepung tempat mereka berada.

Dalam situasi ketika keselamatan diri menjadi pertaruhan, naluri seorang ibu justru mendorongnya kembali menghadapi bahaya. Ia keluar bersama anaknya, dan keduanya akhirnya selamat setelah dibantu warga. (ihd)

Berita Terkait

TNI Telusuri Keterlibatan Perwira AD dalam Dugaan Judi Daring di KPAD Cijantung
Fadia Arafiq Pertanyakan Sprindik Baru KPK, Dasar Hukum Perkara Dipersoalkan
Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah, Gibran: Saya Tidak Mungkin Bisa Kuliah
MK Tak Temukan Gibran Tamat Setara SMA, Tapi Perkara Kandas di Legal Standing
Satgas PKH Kembalikan Rp23,5 Triliun dan 2,63 Juta Hektare kepada Negara
Dua Petugas Rutan Depok Dilaporkan ke Polisi Terkait Video Pesta Narkoba
Petugas Rutan Diduga Bantu Pesta Narkoba, Pengawasan Lapas Kembali Disorot
Kasus Korupsi Pengadaan Iklan Bank BJB, KPK Kejar Aset Ridwan Kamil

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Ibu Terobos Kobaran Api, Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

TNI Telusuri Keterlibatan Perwira AD dalam Dugaan Judi Daring di KPAD Cijantung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Fadia Arafiq Pertanyakan Sprindik Baru KPK, Dasar Hukum Perkara Dipersoalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah, Gibran: Saya Tidak Mungkin Bisa Kuliah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIB

MK Tak Temukan Gibran Tamat Setara SMA, Tapi Perkara Kandas di Legal Standing

Berita Terbaru