Budi Arie Bantah Terima Komisi dari Perlindungan Judi Online

Senin, 19 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi membantah keras tudingan yang menyebut dirinya menerima 50 persen komisi dari praktik perlindungan situs judi online yang dilakukan sejumlah oknum di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Ia menyebut narasi tersebut sebagai fitnah jahat yang mencederai integritasnya.

“Itu adalah narasi jahat yang menyerang harkat dan martabat saya. Sama sekali tidak benar,” ujar Budi Arie dalam pernyataan tertulis, Senin (19/5/2025), di Jakarta. Ia menegaskan, tidak pernah mengetahui adanya kesepakatan pembagian komisi ataupun menerima aliran dana dari praktik ilegal tersebut.

Nama Budi Arie mencuat dalam surat dakwaan jaksa penuntut umum yang dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (14/5). Dalam dakwaan disebutkan bahwa 50 persen dari komisi perlindungan situs judi dialokasikan untuk Budi Arie, sementara sisanya dibagi kepada terdakwa Zulkarnaen Apriliantony, Adhi Kismanto, dan Alwin Jabarti Kiemas.

Menanggapi hal itu, Budi Arie menilai narasi yang berkembang berasal dari para tersangka yang berupaya mencari pembenaran. “Itu omon-omon mereka saja. Jual nama menteri supaya jualannya laku. Faktanya, tidak ada aliran dana ke saya,” ujarnya

Ia menyampaikan tiga alasan utama yang mendasari pembelaannya. Pertama, tidak ada satu pun tersangka yang menginformasikan langsung kepadanya mengenai bagi hasil. Kedua, ia mengaku tidak mengetahui praktik jahat anak buahnya sampai kasus itu dibuka ke publik. Ketiga, ia menegaskan tidak ada bukti aliran dana ke dirinya.

Budi Arie juga mengklaim justru sedang gencar memerangi situs judi daring saat menjabat sebagai Menteri Kominfo. “Boleh dicek jejak digitalnya,” ucapnya. Ia menyatakan siap mengikuti proses hukum dan menyerahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk membuktikan kebenaran.

Sebelumnya, pada November 2024, Budi Arie juga telah membantah tuduhan serupa dan menyatakan siap diperiksa polisi. “Tunggu saja. Dalami saja. Kita siap. Kebenaran pasti akan menemukan jalannya sendiri,” katanya kala itu di Istana Merdeka.

Kasus ini menyeret empat terdakwa, termasuk dua pegawai Kemenkominfo dan seorang rekan dekat Budi Arie. Menurut dakwaan, komisi perlindungan situs (ihd)

Berita Terkait

TNI Telusuri Keterlibatan Perwira AD dalam Dugaan Judi Daring di KPAD Cijantung
Fadia Arafiq Pertanyakan Sprindik Baru KPK, Dasar Hukum Perkara Dipersoalkan
Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah, Gibran: Saya Tidak Mungkin Bisa Kuliah
MK Tak Temukan Gibran Tamat Setara SMA, Tapi Perkara Kandas di Legal Standing
Satgas PKH Kembalikan Rp23,5 Triliun dan 2,63 Juta Hektare kepada Negara
Dua Petugas Rutan Depok Dilaporkan ke Polisi Terkait Video Pesta Narkoba
Petugas Rutan Diduga Bantu Pesta Narkoba, Pengawasan Lapas Kembali Disorot
Kasus Korupsi Pengadaan Iklan Bank BJB, KPK Kejar Aset Ridwan Kamil

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:58 WIB

TNI Telusuri Keterlibatan Perwira AD dalam Dugaan Judi Daring di KPAD Cijantung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Fadia Arafiq Pertanyakan Sprindik Baru KPK, Dasar Hukum Perkara Dipersoalkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 15:48 WIB

Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah, Gibran: Saya Tidak Mungkin Bisa Kuliah

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:37 WIB

MK Tak Temukan Gibran Tamat Setara SMA, Tapi Perkara Kandas di Legal Standing

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Satgas PKH Kembalikan Rp23,5 Triliun dan 2,63 Juta Hektare kepada Negara

Berita Terbaru

PURWAKARTA

Polres Purwakarta Dialog Humanis Berlangsung Tertib

Kamis, 8 Okt 2026 - 16:17 WIB