JENDELANUSANTARA.COM, Agam — Banjir bandang berulang kali melanda kawasan Muaro Pisang, Pasar Maninjau, Nagari Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sepanjang Kamis (1/1/2026). Dalam satu hari, banjir bandang tercatat terjadi hingga lima kali dan memaksa ratusan warga mengungsi.
Kapolsek Tanjung Raya AKP Muzakar mengatakan, banjir bandang mulai terjadi sejak siang hingga sore hari. Peristiwa tersebut dipicu longsor susulan di sejumlah titik rawan, khususnya di Kelok 28 dan Kelok 42.
“Sejak pukul 12.00 WIB hingga sore hari, banjir bandang terjadi secara berturut-turut akibat longsor susulan,” ujar Muzakar di Lubuk Basung, Kamis.
Material banjir berupa lumpur dan bebatuan terus terbawa arus Sungai Muaro Pisang menuju kawasan Pasar Maninjau dan Simpang Maninjau. Aliran sungai berubah arah setelah tertimbun material tanah, sehingga air meluap ke permukiman warga.
Akibatnya, sejumlah rumah warga terendam dan mengalami kerusakan. Untuk mengantisipasi risiko lanjutan, aparat mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan karena banjir bandang berpotensi kembali terjadi meski tidak turun hujan.
Sebanyak sekitar 200 warga dilaporkan telah mengungsi ke mushala, rumah kerabat, serta fasilitas pemerintah di sekitar lokasi.
Upaya penanganan dilakukan dengan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material banjir. Namun, pekerjaan dilakukan secara tentatif dan harus dihentikan setiap kali banjir bandang susulan terjadi.
“Jika kondisi aman, alat berat langsung membuka akses jalan provinsi Lubuk Basung–Bukittinggi. Namun saat material kembali turun, pekerjaan dihentikan sementara demi keselamatan,” kata Muzakar.
Ia menambahkan, warga yang berada di wilayah hulu Sungai Muaro Pisang diminta segera melaporkan apabila terjadi longsor susulan agar masyarakat di wilayah hilir dapat segera menghindar dan proses pembersihan material dihentikan. (ihd)













