Relawan UMY Salurkan 900 Kg Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Bencana di Aceh

Selasa, 23 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Relawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berangkat ke Aceh sejak dengan membawa bantuan bagi para korban bencana. (Dok UMY)

Tim Relawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berangkat ke Aceh sejak dengan membawa bantuan bagi para korban bencana. (Dok UMY)

JOGJAOKE.COM, Yogyakarta — Tim Relawan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menjalankan misi kemanusiaan ke Aceh sejak 19 Desember 2025 dengan membawa bantuan bagi para korban bencana. Total bantuan yang disalurkan mencapai sekitar 900 kilogram, terdiri atas perlengkapan medis dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Bantuan tersebut meliputi alat kesehatan, bahan habis pakai seperti popok bayi, dewasa, dan lansia, underpad, kapas, tisu, serta perlengkapan penunjang kesehatan lainnya. Sebagian bantuan didistribusikan melalui pengurus Muhammadiyah setempat untuk memastikan penyaluran berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ketua Tim Relawan UMY Sagiran mengatakan, seluruh bantuan telah melalui proses pengecekan dan pengemasan secara cermat sebelum diberangkatkan. “Agar proses distribusi bantuan kemanusiaan bisa berjalan efektif dan tepat sasaran,” ujar Sagiran dalam keterangan tertulis, Selasa (23/12/2025).

Ia menambahkan, prinsip akuntabilitas menjadi perhatian utama tim relawan, mengingat bantuan tersebut merupakan hasil gotong royong keluarga besar UMY. Transparansi dan ketepatan distribusi menjadi bagian penting dalam setiap tahapan misi kemanusiaan.

Selain menyalurkan bantuan logistik, tim relawan juga menyerahkan peralatan medis kepada Puskesmas Langsa Lama. Bantuan itu diterima oleh manajemen puskesmas dan dimanfaatkan untuk mendukung operasional pelayanan kesehatan masyarakat setempat.

Selama menjalankan misi di lokasi bencana, relawan UMY menerapkan koordinasi internal yang ketat, terutama terkait pembagian tugas dan teknis pelaksanaan program. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kegiatan kemanusiaan berjalan terarah dan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. (ihd)

Berita Terkait

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll
Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan
Bandung Barat Darurat Bencana, 82 Korban Longsor Belum Ditemukan
Hujan Deras Rendam 45 RT dan 22 Ruas Jalan di Jakarta, Air Capai 90 Sentimeter
BPS Pastikan Pendataan Rehab-Rekon Aceh Tamiang Pascabencana Akurat

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:57 WIB

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak

Senin, 26 Januari 2026 - 14:09 WIB

Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:44 WIB

Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:36 WIB

Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Minggu, 25 Januari 2026 - 22:13 WIB

Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan

Berita Terbaru