Tim SAR Serahkan 25 Kantong Jenazah, Pencarian Korban Longsor Bandung Barat Dihentikan

Minggu, 25 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR gabungan TNI-Polri dibantu warga melakukan pencarian korban longsor di Sukalangu, Cisarua, Bandung Barat. (Jennus)

Tim SAR gabungan TNI-Polri dibantu warga melakukan pencarian korban longsor di Sukalangu, Cisarua, Bandung Barat. (Jennus)

Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian mengatakan, penghentian pencarian dilakukan pada pukul 16.00 WIB menyusul hujan deras yang membahayakan keselamatan petugas di lapangan. Hingga saat ini, sekitar 65 korban masih dilaporkan tertimbun material longsor.

“Total ada 25 kantong jenazah yang telah diserahkan kepada DVI Polri. Pencarian dihentikan sementara karena kondisi cuaca tidak memungkinkan dan akan dilanjutkan besok,” ujar Ade Dian di Bandung, Minggu.

Menurut Ade, pencarian hari kedua difokuskan pada area yang sebelumnya telah terdeteksi keberadaan korban, yakni sektor A dan B. Konsentrasi terbesar berada di sub-sektor A1, A2, dan B1 berdasarkan informasi warga serta hasil pemetaan di lapangan.

“Penemuan paling banyak berada di sektor A1, A2, dan B1. Informasi warga sangat membantu dalam menentukan prioritas area pencarian,” katanya.

Sementara itu, tim DVI Polri telah berhasil mengidentifikasi 11 jenazah. Sebanyak 10 korban ditemukan dalam kondisi tubuh utuh dan satu korban teridentifikasi melalui potongan tubuh.

Korban yang telah teridentifikasi masing-masing atas nama Suryana (57), Jajang Tarta (35), Dadang Apung (60), Nining (40), Nurhayati (42), Lina Lismayanti (43), A.I. Sumarni (35), Koswara (40), Koswara (26), dan Ayu Yuniarti (31). Adapun satu korban lainnya, M. Kori (30), teridentifikasi dari potongan tubuh berupa tangan.

Proses evakuasi sempat terhambat longsor susulan yang terjadi akibat retakan di mahkota longsor. Situasi tersebut memaksa tim SAR menghentikan pencarian sementara selama sekitar 30 menit.

“Longsor susulan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB sehingga pencarian kami hentikan sementara dan baru dilanjutkan kembali pada pukul 11.00 WIB setelah dilakukan kajian keselamatan,” ujar Ade.

Untuk pencarian lanjutan, tim SAR berencana menambah titik pencarian di area yang sulit dijangkau serta mengoptimalkan penggunaan alat berat dan perangkat deteksi korban.

“Hari ini kami mengerahkan tiga alat berat. Besok akan ada tambahan tiga unit sehingga total enam alat berat diturunkan untuk mempercepat evakuasi,” katanya.

Ade menegaskan, koordinasi dengan tim DVI akan terus dilakukan agar setiap jenazah yang ditemukan dapat segera diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga korban. Faktor cuaca dan stabilitas lereng masih menjadi perhatian utama dalam evaluasi pencarian lanjutan. (ihd)

Berita Terkait

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November
129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut
RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil
Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November

Senin, 14 September 2026 - 14:56 WIB

129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil

Kamis, 10 September 2026 - 16:45 WIB

Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:57 WIB

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak

Berita Terbaru