Di Kuta Blang, Penyuluh Agama Hadirkan Rasa Aman bagi Penyintas Bencana

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bireun — Tawa anak-anak kembali terdengar di sudut Kecamatan Kuta Blang, Kabupaten Bireuen. Di antara rumah-rumah yang masih menyisakan jejak bencana, mereka duduk melingkar, menggenggam krayon warna-warni, menggambar bebas sesuai imajinasi. Bagi anak-anak itu, aktivitas sederhana tersebut menjadi jeda dari rasa takut yang sempat membayangi hari-hari mereka.

Di lokasi itu, penyuluh agama Islam bersama guru madrasah hadir bukan sekadar membawa bantuan material, melainkan menumbuhkan kembali rasa aman. Kamis (8/1/2025), lima penyuluh agama Islam dan lima guru madrasah memberikan pendampingan psikososial kepada warga terdampak bencana. Kegiatan tersebut diikuti 80 anak dan 16 ibu rumah tangga.

Beragam aktivitas trauma healing digelar. Anak-anak diajak bermain, bernyanyi, dan menggambar sebagai sarana menenangkan emosi serta memulihkan kepercayaan diri. Sementara itu, para ibu rumah tangga mengikuti diskusi kelompok, berbagi cerita, dan menyalurkan kegelisahan yang selama ini terpendam.

Salah satu Penyuluh Agama Islam Kabupaten Bireuen, Mulyadi, mengatakan, pendampingan ini dirancang untuk menjawab kebutuhan mendesak penyintas, khususnya dari aspek kesehatan mental. “Kami memberikan Psychological First Aid atau dukungan psikologis awal agar penyintas merasa lebih tenang, aman, dan tidak sendirian menghadapi situasi ini,” ujarnya.

Selain PFA, tim juga memberikan Respon Awal Kesehatan Mental dan Psikososial. Para relawan dibekali kemampuan melakukan penilaian cepat terhadap kondisi mental penyintas agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. “Kami juga mengedukasi tentang kesehatan mental, mulai dari mengenali gejala hingga langkah pertolongan pertama pada gangguan mental,” kata Mulyadi.

Bagi para ibu rumah tangga, pendampingan menjadi ruang penguatan diri dan keluarga. Melalui konsep Keluarga Sakinah Maslahah, mereka diajak membangun kembali ketahanan keluarga, memperkuat komunikasi, serta saling menguatkan di tengah krisis. Materi strategi koping dan manajemen stres disampaikan secara ringan melalui permainan motivasi, role play, latihan relaksasi, hingga mindfulness.

“Kami berharap ibu-ibu pulang dengan bekal, bukan hanya pengetahuan, tetapi juga keyakinan bahwa keluarga mereka mampu bangkit,” tutur Mulyadi.

Kasubdit Bina Keluarga Sakinah, Zudi Rahmanto, menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya jangka panjang Kementerian Agama dalam mendampingi masyarakat terdampak bencana. “Pendampingan psikososial penting agar penyintas tidak hanya pulih secara fisik, tetapi juga mental. Dengan pembekalan PFA dan rapid assessment, relawan diharapkan mampu memperkuat ketahanan psikososial masyarakat,” ujarnya.

Menjelang sore, kegiatan ditutup dengan tawa dan pelukan. Di tengah keterbatasan, harapan kembali disemai. Dari permainan, cerita, dan kehadiran yang tulus, luka perlahan menemukan jalannya untuk pulih. (ihd)

Berita Terkait

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November
129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut
RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil
Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak
Gemuruh dari Bukit Pasir Kuning, Kampung yang Hilang dalam Semalam
Dua Polisi Gugur Saat Bertugas Masuk Lokasi Longsor di Bandung Barat
Banjir Jakarta Masih Rendam Sembilan RT di Jaktim dan Jakutll

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November

Senin, 14 September 2026 - 14:56 WIB

129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut

Jumat, 11 September 2026 - 17:14 WIB

RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil

Kamis, 10 September 2026 - 16:45 WIB

Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Minggu, 1 Maret 2026 - 17:57 WIB

Kasatgas PRR: Sumur Bor dan Sanitasi Penyintas Bencana Masih Perlu Diperbanyak

Berita Terbaru