JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi teh hijau tanpa tambahan gula berpotensi membantu menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah (LDL) atau kolesterol jahat. Namun, manfaat tersebut dinilai tidak dapat berdiri sendiri dan tetap perlu didukung pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan jantung.
Salah satu temuan yang dikutip New York Post, Senin (6/7/2026) waktu setempat, berasal dari penelitian yang dipublikasikan dalam The American Journal of Clinical Nutrition. Studi itu menyebutkan, teh hijau tanpa kafein dan tanpa tambahan gula dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL. Manfaatnya disebut lebih optimal apabila dikonsumsi setelah makan malam.
Efek tersebut diduga berkaitan dengan kandungan katekin dan polifenol dalam teh hijau. Kedua senyawa antioksidan itu membantu mengurangi penyerapan kolesterol di dalam tubuh sekaligus melindungi kolesterol LDL dari proses oksidasi yang menjadi salah satu pemicu terbentuknya plak pada pembuluh darah.
Temuan lain datang dari penelitian yang dilakukan tim peneliti Tohoku University Graduate School of Medicine, Jepang, terhadap 40.530 orang dewasa. Hasil riset yang dipublikasikan dalam Journal of the American Medical Association (JAMA) menunjukkan, peserta yang mengonsumsi lebih dari lima cangkir teh hijau setiap hari memiliki risiko kematian akibat berbagai penyebab 16 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang minum kurang dari satu cangkir per hari.
Selain berpotensi membantu menurunkan kolesterol, katekin pada teh hijau juga dikaitkan dengan perlindungan terhadap kerusakan sel yang dapat memicu penyakit kronis, termasuk diabetes tipe 2. Adapun polifenol memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi yang berperan dalam menjaga kesehatan pembuluh darah serta fungsi jantung.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa teh hijau bukanlah pengganti pengobatan ataupun solusi tunggal untuk mengendalikan kolesterol. Manfaatnya akan lebih optimal apabila dibarengi pola makan bergizi seimbang yang kaya serat larut dan lemak tidak jenuh, aktivitas fisik secara teratur, serta waktu istirahat yang memadai.
Para peneliti juga menyarankan masyarakat memilih teh hijau tanpa tambahan gula. Pasalnya, banyak produk teh siap minum maupun minuman berbasis teh dari kedai kopi mengandung gula dalam kadar tinggi yang berpotensi mengurangi manfaat kesehatan yang diperoleh dari teh hijau. (ihd)














