Srikandi, Inovasi Alumni MAN IC Serpong untuk Memilah Sampah Secara Otomatis

Jumat, 9 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Srikandi bukanlah tokoh pewayangan Mahabarata yang dikenal lewat kepiawaian memanah. Nama itu disematkan pada sebuah inovasi teknologi pengelolaan sampah pintar yang lahir dari kegelisahan generasi muda terhadap persoalan lingkungan. Mengandalkan kecerdasan buatan, Internet of Things (IoT), dan robotika, Srikandi dirancang untuk memilah sampah secara otomatis sejak dari sumbernya.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tiga alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Serpong angkatan 2022, yakni Zhafir, Rayhan, dan Galih. Ketiganya merintis pengembangan Srikandi melalui Nusabin, sebuah startup teknologi yang berfokus pada solusi pengelolaan sampah berbasis sistem cerdas.

Berangkat dari pengalaman dan lingkungan tempat mereka tumbuh, Srikandi tidak hanya dimaknai sebagai perangkat teknologi, tetapi juga sebagai sarana membentuk kebiasaan baru. “Kami ingin pemilahan sampah dilakukan sejak dari hulu dengan cara yang sederhana dan tidak merepotkan,” ujar Zhafir di Serpong, Jumat (9/1/2026). Prinsip tersebut terangkum dalam tagline Nusabin, It Must Be Simple!.

Cara kerja Srikandi dirancang agar tidak menambah beban pengguna. Sampah cukup dibuang seperti biasa. Sistem kemudian secara otomatis mengenali jenis sampah, melakukan pemilahan, merekam data, hingga menyusun laporan. Proses yang selama ini menuntut kesadaran dan kedisiplinan ekstra, kini berlangsung hampir tanpa disadari.

Rayhan menuturkan, Srikandi berangkat dari keinginan alumni untuk menghadirkan dampak nyata, dimulai dari lingkungan terdekat. “Nilai yang kami pelajari di IC Serpong—Belajar adalah Ibadah, Prestasi adalah Dakwah—kami terjemahkan ke dalam karya yang manfaatnya bisa dirasakan langsung,” kata Rayhan. Ia menyebut Srikandi sebagai simbol perubahan yang bermula dari kebiasaan kecil, tetapi berpotensi berdampak luas.

Sementara itu, Galih menjelaskan, Nusabin resmi berdiri pada Juli 2025. Startup tersebut didirikan oleh sahabat lama semasa bersekolah di IC Serpong yang kembali dipertemukan setelah menempuh pendidikan tinggi dan memasuki dunia kerja. “Gagasan tentang inovasi pengelolaan sampah sudah ada sejak kami masih sekolah, tetapi baru menemukan bentuk dan mekanismenya setelah itu,” ujar Galih.

MAN Insan Cendekia Serpong menjadi lokasi uji coba perdana Srikandi. Kepala MAN IC Serpong Hilal Najmi mengatakan, inovasi ini diuji melalui program pilot project pada 8–22 Desember 2025. Selama periode tersebut, seluruh warga madrasah berkesempatan merasakan langsung sistem pemilahan sampah otomatis.

“Srikandi merupakan tempat sampah pintar yang mampu memilah, merekam, dan melaporkan data sampah secara otomatis. Tanpa disadari, setiap orang yang membuang sampah telah berkontribusi pada tiga hal sekaligus,” ujar Hilal. Menurut dia, keunggulan utama Srikandi terletak pada sifatnya yang inovatif sekaligus solutif, karena membantu pemilahan sampah tanpa menuntut upaya berlebih dari pengguna.

Hilal menambahkan, persoalan sampah telah menjadi tantangan publik, bahkan nasional. Salah satu hambatan terbesar terletak pada aspek edukasi dan regulasi. “Anak-anak muda menjawab tantangan itu dengan inovasi. MAN IC tentu mendukung setiap karya alumni, setidaknya dengan memberikan masukan untuk pengembangan lebih lanjut,” katanya.

Dari sebuah madrasah di Serpong, Srikandi hadir sebagai contoh perjumpaan antara teknologi, kepedulian lingkungan, dan nilai pendidikan. Sebuah langkah kecil yang menyimpan potensi besar bagi masa depan pengelolaan sampah, khususnya di lingkungan pendidikan, dan mungkin juga di ruang publik yang lebih luas. (ihd)

Berita Terkait

Atasi Testosteron Rendah Sebelum Ganggu Gairah dan Turunkan Produktivitas Kerja 
Ketika NPD Teriak NPD
Teh Hijau Tanpa Gula Berpotensi Turunkan Kolesterol, Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat
Kebiasaan Makan Gorengan Saat Berbuka Picu Risiko Hati hingga Jantung
Tidur Larut Malam Dinilai Menghambat Penurunan Berat Badan
Pramono Memulai Satu Tahun Lalu, Ajak Warga Jakarta Beralih Total ke Angkutan Umum
Menbud Dorong Benteng Gunung Kunci-Palasari Jadi Cagar Budaya Nasional
Membunyikan Leher Memang Enak, Tapi Berisiko Cedera hingga Stroke

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 10:29 WIB

Atasi Testosteron Rendah Sebelum Ganggu Gairah dan Turunkan Produktivitas Kerja 

Senin, 20 Juli 2026 - 16:15 WIB

Ketika NPD Teriak NPD

Minggu, 19 Juli 2026 - 17:11 WIB

Teh Hijau Tanpa Gula Berpotensi Turunkan Kolesterol, Tetap Perlu Gaya Hidup Sehat

Minggu, 22 Februari 2026 - 12:56 WIB

Kebiasaan Makan Gorengan Saat Berbuka Picu Risiko Hati hingga Jantung

Senin, 16 Februari 2026 - 18:21 WIB

Tidur Larut Malam Dinilai Menghambat Penurunan Berat Badan

Berita Terbaru