SMSI dan ADI Desak Peningkatan Kesejahteraan Melalui Perjuangan Kelayakan Gaji Dosen

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) saat ini tengah memperjuangkan kesejahteraan dosen di Mahkamah Konstitusi (MK) melalui uji materi Undang-Undang Guru dan Dosen.

ADI mendesak MK menetapkan aturan agar gaji pokok dosen minimal dua kali lipat dari Upah Minimum Regional (UMR).

Dalam sidang uji materi Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen di Mahkamah Konstitusi, belum lama ini, Senin (25/5/2026), Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia Mohammed Ali Berawi mengungkapkan banyak dosen di Indonesia terpaksa mencari pekerjaan tambahan di luar kampus untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kondisi demikian menurut Ali, berdampak langsung pada kemampuan dosen menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ditegaskan Ali, bagaimana dosen dapat menjalankan tugas akademik secara optimal jika pada saat yang sama masih harus memikirkan kebutuhan dasar keluarganya.

Untuk itu, ADI meminta negara lebih berpihak pada kesejahteraan dosen melalui reformasi pendidikan tinggi.

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), konstituen Dewan Pers, turut menyatakan dukungannya terhadap usulan Asosiasi Dosen Indonesia (ADI), dalam memperjuangkan standar gaji para dosen di tanah air.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus dalam keterangannya pada awak media menyebut, sudah selayaknya para pengajar di universitas (dosen) mendapatkan kenaikan gaji/upah.

“Bukan hanya tentang peningkatan kesejahteraan, hal ini menyangkut masa depan pendidikan di Indonesia,” ujar Firdaus, Jumat (29/5/2026).

Firdaus menyebut, di kawasan Asia Tenggara, Indonesia menjadi negara paling buncit dalam standar upah para dosen.

“Rata-rata gaji dosen di Indonesia hanya berkisar Rp 3,36 juta per bulan, jauh dari layak dibandingkan negara-negara tetangga yang memberikan standar gaji yang layak untuk dosen. Untuk itu, SMSI mendukung perjuangan kawan-kawan ADI dalam memperjuangkan standar gaji yang layak bagi para dosen di MK. Nah hal ini juga tentunya akan berdampak pada sumberdaya SMSI dimasa akan datang,” pungkas Firdaus.(*)

Berita Terkait

Gubernur Andra Soni Ajak Investor Tanamkan Modal di Provinsi Banten
Digital Leadership dalam Menghadapi Ancaman Post Truth
Pesan Idul Adha Yusufsyah Putra di Depok: Bangun Bangsa Dimulai dari Keluarga
Bikin Bangga, Herman Deru Bawa Isu Strategis Ekonomi Sumatera ke Panggung Konferensi OJK
Komjen Pol Cryshnanda Dwilaksana: Polisi Humanis Harus Menjadi Ikon Kemanusiaan
Komjen Cryshnanda Ungkap 6 Dimensi Kejahatan Ngeri Jika Teknologi AI Jatuh ke Tangan Orang Jahat
Pameran Seni Lukis Jadi Wadah Inspirasi bagi Generasi Seniman Baru
Nglaras: Cara Santai namun Bermakna Menggali Akar Masalah di Tengah Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:27 WIB

SMSI dan ADI Desak Peningkatan Kesejahteraan Melalui Perjuangan Kelayakan Gaji Dosen

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:24 WIB

Gubernur Andra Soni Ajak Investor Tanamkan Modal di Provinsi Banten

Kamis, 28 Mei 2026 - 09:14 WIB

Digital Leadership dalam Menghadapi Ancaman Post Truth

Kamis, 28 Mei 2026 - 08:08 WIB

Pesan Idul Adha Yusufsyah Putra di Depok: Bangun Bangsa Dimulai dari Keluarga

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:23 WIB

Bikin Bangga, Herman Deru Bawa Isu Strategis Ekonomi Sumatera ke Panggung Konferensi OJK

Berita Terbaru

Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta (Jennus)

Pendidikan

Ternyata Masih Ada Pungli dan Titipan Calon Siswa dalam SPMB

Jumat, 29 Mei 2026 - 23:12 WIB

Internasional

AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:55 WIB