UWM Tegaskan Pentingnya Spirit Ibrahim dalam Menjaga Moral Generasi Bangsa

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sleman – Universitas Widya Mataram menggelar Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kampus Terpadu UWM, Rabu (27/5), dengan suasana penuh khidmat dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut diikuti sivitas akademika, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar yang memadati lokasi pelaksanaan salat Id.

Momentum itu sekaligus menjadi ajang mempererat ukhuwah Islamiyah di lingkungan kampus dan warga sekitar.

Bertindak sebagai khatib Idul Adha, Dr. Najib Ali Gisymar menyampaikan khutbah bertema keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Ia menegaskan, Idul Adha bukan sekadar ritual penyembelihan hewan kurban, melainkan refleksi mendalam atas kualitas iman, ketaatan, dan pengorbanan manusia kepada Allah SWT.

“Idul Adha adalah momentum untuk membaca ulang kualitas iman kita. Apakah kita sudah benar-benar taat kepada Allah? Apakah kita sudah siap mengorbankan ego, keserakahan, kesombongan, dan kepentingan pribadi demi kebenaran, keadilan, serta kemaslahatan,” ujar Dr. Najib di hadapan jamaah.

Dalam khutbahnya, Dr. Najib menjelaskan bahwa kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS mengandung pelajaran besar tentang keikhlasan dan kepatuhan terhadap perintah Allah.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sangat relevan dengan kondisi bangsa Indonesia saat ini yang membutuhkan lebih banyak pribadi berintegritas dan mengutamakan kepentingan bersama dibanding kepentingan pribadi maupun golongan.

“Semangat pengorbanan dalam Idul Adha harus menjadi fondasi moral bangsa. Indonesia membutuhkan masyarakat yang menjunjung kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian menempatkan nilai-nilai moral di atas kepentingan duniawi,” tegasnya.

Ia juga mengajak jamaah menjadikan Idul Adha sebagai momentum memperkuat solidaritas sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Makna kurban sejatinya bukan hanya tentang hewan yang disembelih, tetapi tentang kesediaan manusia mengorbankan sifat-sifat buruk dalam dirinya demi menghadirkan kehidupan yang lebih adil, damai, dan bermartabat,” ungkapnya.

Sebagai institusi pendidikan tinggi, Universitas Widya Mataram terus mendorong penguatan nilai religius, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan akademik maupun sosial kemasyarakatan.(waw)

Berita Terkait

Transformasi Digital di Condongcatur Kian Ngebut, SIDES Permudah Layanan Warga
Bantu Warga Kurang Mampu, Aksi Sosial Bedah Rumah Polri Diapresiasi STAK Yogyakarta
Penguatan Aksi Jadi Kunci, FISIPOL UWM Susun Program Kerja Satu Tahun ke Depan
Ketekunan Mengantar Sabrina Sapu Bersih TKAD dengan Nilai Maksimal
LAPMI HMI Yogyakarta Hadirkan Diskusi Strategis tentang Masa Depan Jurnalisme
ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Hadirkan Dialog Lintas Generasi dalam Perayaan Seni Terbesar di Yogyakarta
Winongo Art Festival 2026, Kemantren Ngampilan Angkat Potensi Sungai, Budaya, dan UMKM
Fakultas Hukum UWM Dorong Literasi Digital dan Peluang Beasiswa bagi Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:42 WIB

Transformasi Digital di Condongcatur Kian Ngebut, SIDES Permudah Layanan Warga

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:48 WIB

Bantu Warga Kurang Mampu, Aksi Sosial Bedah Rumah Polri Diapresiasi STAK Yogyakarta

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:36 WIB

Penguatan Aksi Jadi Kunci, FISIPOL UWM Susun Program Kerja Satu Tahun ke Depan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:04 WIB

Ketekunan Mengantar Sabrina Sapu Bersih TKAD dengan Nilai Maksimal

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:27 WIB

LAPMI HMI Yogyakarta Hadirkan Diskusi Strategis tentang Masa Depan Jurnalisme

Berita Terbaru