Demo Mahasiswa dalam Blokade, Menguji Pemerintahan Prabowo di Awal Jalan

Jumat, 12 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa demo membentangkan tuntutan utama menyangkut program MBG. (Nurphoto via Getty Images)

Massa demo membentangkan tuntutan utama menyangkut program MBG. (Nurphoto via Getty Images)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Rencana mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia, Jumat 12 Juni, berakhir dengan adu ketegangan di ruas Jalan Sudirman. Aparat gabungan TNI dan Polri membentuk barikade berlapis untuk menghadang massa yang bergerak menuju salah satu titik simbolik di pusat Jakarta itu.

Sejak siang, sejumlah bus pengangkut peserta aksi telah dihentikan polisi di sekitar Jembatan Semanggi. Mahasiswa kemudian melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Namun, langkah mereka kembali tertahan di dekat Stasiun Sudirman, hanya beberapa ratus meter dari Bundaran HI.

Sekitar pukul 16.00 WIB, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat. Polisi berupaya mengalihkan lokasi penyampaian aspirasi ke kawasan Gedung DPR/MPR atau Patung Kuda di Monas. Usulan itu ditolak massa.

“Kami memilih Bundaran HI karena DPR tidak menjalankan fungsinya,” ujar salah seorang peserta aksi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Budi Hermanto menyatakan Bundaran HI bukan lokasi penyampaian aspirasi karena kawasan tersebut merupakan pusat kegiatan ekonomi dan aktivitas masyarakat.

Hingga malam, sebagian mahasiswa masih bertahan di Jalan MH Thamrin. Mereka terus berorasi dengan membawa sejumlah tuntutan, mulai dari penurunan harga bahan bakar minyak hingga penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi bertajuk #MenujuIndonesiaBangkrut itu digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia, Front Mahasiswa Nasional, dan Serikat Perempuan Indonesia. Mereka menilai kebijakan pemerintah saat ini belum menjawab persoalan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Mahasiswa juga menyoroti anggaran besar untuk program MBG yang dinilai berpotensi menekan ruang fiskal negara. Mereka meminta pemerintah mengalihkan anggaran untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

“Kami meminta pemerintah menghentikan pemborosan anggaran dan mengutamakan program yang benar-benar menyentuh masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa.

Di tengah blokade aparat, dukungan datang dari sejumlah pengemudi ojek daring yang meminta akses jalan dibuka. Mereka mengeluhkan tekanan ekonomi akibat kenaikan harga bahan bakar.

Selain di Jakarta, gelombang aksi serupa berlangsung di sejumlah daerah. Di Solo, mahasiswa sempat bersitegang setelah dua peserta aksi diamankan polisi. Di Bandung, mahasiswa menyoroti persoalan ekonomi, kenaikan BBM, hingga perubahan Undang-Undang Polri.

Sementara di Makassar dan Pekanbaru, mahasiswa juga menyuarakan kritik terhadap kebijakan pemerintah, termasuk program MBG dan kondisi ekonomi nasional.

Pemerintah melalui Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan ruang kritik tetap terbuka dalam demokrasi. Namun, ia mengingatkan agar kritik tidak berubah menjadi provokasi yang merusak persatuan.

Di antara barikade aparat dan suara mahasiswa yang terus menggema, demonstrasi kali ini memperlihatkan kembali tarik-menarik antara hak menyampaikan pendapat dan pengendalian ruang publik di ibu kota. (ihd)

Berita Terkait

MBG Tetap Jadi Program Prioritas Pemerintah Prabowo Usai Kepala BGN Diganti
Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini
Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan
Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers
Aksi Mahasiswa Serentak, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil
Pemerintah Benahi MBG Menyeluruh, Zulhas Targetkan Tuntas dalam Sebulan
Foto Wabup di Kantor Camat Terpasang Sudah Rusak, Wakil Ketua Gerindra Deliserdang Tersinggung
Fraksi Gerindra: Walikota Jangan Kambinghitamkan Brimob dan Pengadilan di Pembahasan TKD

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:22 WIB

MBG Tetap Jadi Program Prioritas Pemerintah Prabowo Usai Kepala BGN Diganti

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:10 WIB

Masyarakat Sebaiknya Menghindari Tiga Lokasi di Kawasan Jakarta Pusat Siang Ini

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:13 WIB

Kecongkakan Makan Siang, Pintu Kuliah Menggedor Meja Sang Utusan

Senin, 15 Juni 2026 - 19:54 WIB

Dikuasai Raksasa Teknologi, Iklan Digital Rp71 Triliun Jadi Tantangan Baru Industri Pers

Senin, 15 Juni 2026 - 19:24 WIB

Aksi Mahasiswa Serentak, Tuntut Pemulihan Ekonomi dan Supremasi Sipil

Berita Terbaru