ARTJOG 2026 Angkat Tema Ars Longa: Generatio, Hadirkan Dialog Lintas Generasi dalam Perayaan Seni Terbesar di Yogyakarta

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, YOGYAKARTA – Festival seni rupa kontemporer terbesar di Indonesia, ARTJOG, kembali digelar pada (19/6/26 – 30/8/26) di Jogja National Museum (JNM), Yogyakarta. Memasuki babak baru, ARTJOG tahun ini mengusung tema “Ars Longa: Generatio”, yang menjadi pembuka trilogi kuratorial Ars Longa Trilogia di bawah arahan kurator baru, Farah Wardani, untuk periode 2026–2028.

Tema besar tersebut berangkat dari ungkapan Latin Ars Longa yang berarti “seni itu panjang”, menegaskan posisi seni sebagai bagian penting dari kehidupan yang terus relevan dalam merespons perubahan sosial, budaya, dan politik dari masa ke masa.

Sebagai pembuka trilogi, Ars Longa: Generatio mengangkat isu generasi, pewarisan pengetahuan, hingga dialog kreatif lintas usia. Untuk menerjemahkan gagasan tersebut, ARTJOG menunjuk seniman kontemporer Roby Dwi Antono sebagai seniman komisi yang akan menghadirkan karya monumental pada fasad JNM, lengkap dengan instalasi patung dan ruang imersif yang dapat dinikmati pengunjung.

Tahun ini, ARTJOG akan menampilkan karya dari 25 seniman undangan, 19 seniman muda berusia maksimal 35 tahun yang lolos seleksi terbuka, serta 52 seniman anak dan remaja usia 6–15 tahun melalui program ARTJOG Kids.

Dalam penyelenggaraan kali ini, ARTJOG menghadirkan dua pendekatan kuratorial utama, yakni Dialogus dan Practica.

Dialogus menitikberatkan pada kolaborasi antargenerasi melalui karya-karya yang lahir dari pertemuan pengalaman, pengetahuan, dan jejaring kreatif para seniman lintas usia. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana seniman berperan sebagai mentor sekaligus penghubung bagi generasi berikutnya.

Sementara itu, Practica menghadirkan karya-karya individu yang merepresentasikan berbagai praktik seni kontemporer, isu sosial, serta semangat zaman yang berkembang di kalangan generasi masa kini.

Bersamaan dengan ARTJOG 2026, kawasan Jogja National Museum juga akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan edisi kedua Chapter Jogja, sebuah art fair kolaboratif yang mempertemukan galeri regional, internasional, serta komunitas seni.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat posisi JNM sebagai pusat seni dan budaya sekaligus mempertemukan ruang diskursus seni kontemporer dengan ekosistem pasar seni yang semakin berkembang.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, ARTJOG kembali menjadi magnet utama dalam perayaan budaya yang kerap disebut publik sebagai “Lebaran Seni”.

Momentum tersebut diperkuat melalui platform Jogja Art Weeks (JAW) yang menghubungkan berbagai agenda seni dan budaya di Yogyakarta dan sekitarnya. Pada 2026, JAW akan berkolaborasi dengan Festicity, program yang diinisiasi Forum Jogja Festival untuk memperkuat konektivitas berbagai festival yang berlangsung selama periode ARTJOG.

Komitmen terhadap inklusivitas kembali diwujudkan melalui program Love ARTJOG. Program ini mengajak praktisi seni difabel untuk mengeksplorasi praktik berkarya bersama sejumlah komunitas seni di Yogyakarta melalui kerja sama dengan Tab Space, lembaga sosial asal Bandung yang fokus mendukung seniman dan desainer difabel.

Selain itu, ARTJOG juga membuka kesempatan bagi pelajar SD hingga SMA untuk terlibat langsung sebagai pendamping pengunjung difabel selama pameran berlangsung.

Tidak hanya seni rupa, ARTJOG 2026 juga menghadirkan rangkaian pertunjukan dalam program performa•ARTJOG yang didukung Bakti Budaya Djarum Foundation.

Bekerja sama dengan Institut Français Indonesia (IFI) Yogyakarta, program ini akan menampilkan musisi asal Prancis Violet Indigo dan grup musik Watchdog.

Kolaborasi internasional lainnya hadir melalui kerja sama dengan Project Eleven Australia yang mempertemukan komposer Australia Monica Lim, musisi Morgan May, komposer Vietnam-Indonesia Patrick Hartono, Serenata Choir ISI Yogyakarta, serta ansambel dari Australian Art Orchestra.

Pengunjung juga dapat menyaksikan dua pertunjukan multidisiplin spesial, yakni “Daughters of the Sea” dari Artistique Théâtre (Prancis) dan “Ma ‘Bua” karya koreografer Densiel Lebang.

Seluruh pertunjukan performa•ARTJOG akan berlangsung setiap akhir pekan selama penyelenggaraan festival.

Selain pameran dan pertunjukan, ARTJOG 2026 juga menghadirkan sejumlah program publik seperti Exhibition Tour, Meet the Artist, hingga ARTCARE Indonesia.

Sementara itu, program Merchandise Project tahun ini menggandeng sejumlah nama ternama seperti Sirin Farid Stevy, Pable Indonesia, Dagadu, dan Rumah Atsiri Indonesia untuk menghadirkan koleksi eksklusif bagi para pengunjung.

Dengan rangkaian program yang semakin beragam, ARTJOG 2026 kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu festival seni kontemporer paling berpengaruh di Asia Tenggara, sekaligus ruang perjumpaan lintas generasi yang merayakan seni sebagai bagian penting dari kehidupan. (Aga)

Berita Terkait

Semangat Kudatuli Terus Menyala, Komunitas Juang Pasanda Gelar Ziarah Pejuang Partai
Sayembara Dimenangkan Cahaya Pradipta, Gerbang Megah Perbatasan DIY Segera Terwujud
Dialog Moral Keraton Yogyakarta Teguhkan Semangat Persatuan dan Integritas Nasional
Soroti Dugaan Anarkis Debt Collector, FKPRN Minta Penegakan Hukum Tegas
Susanto Dwi Antoro Ajak Kolaborasi Lewat E-Kunker Demi Pariwisata DIY yang Berkelanjutan
UWM Catat Prestasi, Arsitektur dan Hukum Sabet Hibah Bergengsi
Semarak HAN 2026, Ratusan Anak Pleret Belajar Nilai Kehidupan Lewat Dongeng Inspiratif
Dampingi Koperasi Merah Putih, UMY Raih Penghargaan dari Dinkop UKM DIY

Berita Terkait

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:05 WIB

Semangat Kudatuli Terus Menyala, Komunitas Juang Pasanda Gelar Ziarah Pejuang Partai

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:40 WIB

Sayembara Dimenangkan Cahaya Pradipta, Gerbang Megah Perbatasan DIY Segera Terwujud

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:23 WIB

Dialog Moral Keraton Yogyakarta Teguhkan Semangat Persatuan dan Integritas Nasional

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:00 WIB

Soroti Dugaan Anarkis Debt Collector, FKPRN Minta Penegakan Hukum Tegas

Jumat, 24 Juli 2026 - 14:48 WIB

Susanto Dwi Antoro Ajak Kolaborasi Lewat E-Kunker Demi Pariwisata DIY yang Berkelanjutan

Berita Terbaru