Pameran Seni Lukis Jadi Wadah Inspirasi bagi Generasi Seniman Baru

Senin, 25 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMBUTAN-Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si saat sambutan di acara Pameran dihadapan Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL dan beberapa Seniman senior Jakarta. (Foto Ist).

SAMBUTAN-Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si saat sambutan di acara Pameran dihadapan Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL dan beberapa Seniman senior Jakarta. (Foto Ist).

JENDELANUSANTARA.COM, JAKARTA || Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, M.Si, Kepala Satuan Tugas Pusat Studi Kepolisian, membuka pameran Lukisan bertema “Li Bi Do re mi fa sol la sido”, Karya Pelukis terkenal Anwar Rosyid di Balai Budaya Jakarta Pusat, pada hari Jum’at (22 Mei 2026) kemarin.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi dari Community Policing, yang bermitra dengan komunitas Seniman. “Bahwa komunitas para seniman turut serta mengambil peran bagaimana membangun keteraturan sosial yang diekspresikan melalui hasil Karya seni,” ujar Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, melalui keterangannya, Minggu (24/5).

Hadir pada acara tersebut, Komjend Pol Prof Dr Cryshnanda DL, Ketua Pusat Studi Ilmu Kepolisian dan beberapa Seniman senior Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Irjend Pol Dr Susilo Teguh Raharjo, selain memberikan Apresiasi atas karya yang di Pamerkan. Juga menyatakan bahwa, Karya ini menyoroti ketimpangan ekonomi melalui kontras warna dan garis tegas; pesan yang jelas dan menggugah dalam bentuk Gambar Kartun. Kartun ini menyinggung berbagai permasalahan sosial dengan humor efektif menyentuh isu serius. Menggunakan simbol-simbol sosial secara terpadu, membuat narasi tentang polarisasi yang mengajak penonton merenung.

Kritikannya terhadap berbagai komponen terasa lugas, namun tidak menggurui dan dengan bebas memberi ruang bagi refleksi publik untuk menafsirkan dan menggerakkan batin seninya.
Teknik campuran yang dipakai memperkuat narasi, seolah realitas pecah Yang menjadi fragmen yang saling bertabrakan.

“Karya ini mengajak kita melihat sisi tersembunyi isu urban, terutama bagaimana informasi dibentuk dan dikonsumsi. Kritikan terhadap komponen terasa lugas namun tidak menggurui, memberi ruang bagi refleksi publik,” imbuhnya.

Harapan Teguh, Pameran ini dapat menggugah para pihak yang dikritik untuk memahami isu sosial. Dan Ke depan, Pameran ini akan terus melahirkan seniman seniman yang terus berkarya, sehingga menambah hasanah budaya bangsa, namun tetap kuat menjembatani suara rakyat, pungkasnya. (Red).

Berita Terkait

Nglaras: Cara Santai namun Bermakna Menggali Akar Masalah di Tengah Masyarakat
IAPVC 2026 Jadi Wadah Promosi Biodiversitas Indonesia di Tingkat Internasional
Andra Soni Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Banten dengan Tiongkok
Premanisme Sosial dan Pudarnya Nilai Rukun dalam Kehidupan Bermasyarakat
Kejagung Sebut Antusiasme Masyarakat terhadap Lelang Aset Negara Sangat Tinggi
Komjen Pol Cryshnanda: Seni dan Budaya Mampu Redam Konflik Sosial Secara Beradab
Era Digital, E-Policing Jadi Strategi Modernisasi Kepolisian
Kejaksaan Gandeng SMSI dan ABPEDNAS Perkuat Pengawasan Program Strategis Nasional

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 08:39 WIB

Pameran Seni Lukis Jadi Wadah Inspirasi bagi Generasi Seniman Baru

Senin, 25 Mei 2026 - 08:33 WIB

Nglaras: Cara Santai namun Bermakna Menggali Akar Masalah di Tengah Masyarakat

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:34 WIB

IAPVC 2026 Jadi Wadah Promosi Biodiversitas Indonesia di Tingkat Internasional

Sabtu, 23 Mei 2026 - 10:19 WIB

Andra Soni Dorong Kerja Sama Ekonomi dan Investasi Banten dengan Tiongkok

Sabtu, 23 Mei 2026 - 09:57 WIB

Premanisme Sosial dan Pudarnya Nilai Rukun dalam Kehidupan Bermasyarakat

Berita Terbaru