AS Ketahuan Ngarang Lagi, Iran Takkan Pernah Lepaskan Uranium

Jumat, 29 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Moskow — Iran menegaskan tidak memiliki rencana memindahkan uranium pengayaan tinggi ke luar negeri di tengah meningkatnya tekanan Amerika Serikat terhadap program nuklir Teheran. Pernyataan itu sekaligus menjadi sinyal bahwa Iran tetap bertahan pada garis kerasnya dalam perundingan nuklir.

Kepala Komite Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Ebrahim Azizi, mengatakan uranium hasil pengayaan merupakan aset strategis yang tidak akan diserahkan kepada negara lain.

“Kami tidak memiliki rencana untuk membawa uranium pengayaan tinggi ke luar negeri. Kami tidak berniat memindahkan uranium yang diperkaya ke negara ketiga, perantara, atau ke mana pun,” kata Azizi kepada kantor berita RIA Novosti, Jumat (29/5/2026).

Pernyataan itu muncul setelah berkembang spekulasi bahwa Washington mendorong skema pemindahan cadangan uranium Iran ke negara lain sebagai bagian dari upaya membatasi program nuklir Teheran.

Azizi sebelumnya juga menegaskan posisi Iran melalui unggahan di media sosial X pada Rabu (27/5/2026). Ia menyebut Iran tidak akan mundur dari “garis merah” yang selama ini dipertahankan pemerintahnya.

Menurut dia, garis merah tersebut mencakup hak Iran untuk memperkaya uranium, kepemilikan penuh atas uranium yang telah diperkaya, otoritas atas Selat Hormuz, serta tuntutan pencabutan sanksi ekonomi.

Sikap Iran mendapat dukungan dari Rusia. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan persediaan uranium pengayaan tinggi milik Iran sepenuhnya berada di bawah hak kedaulatan Teheran.

“Persediaan uranium pengayaan tinggi milik Iran adalah milik Iran, dan hanya rakyat Iran yang berhak menentukan nasibnya,” ujar Zakharova pada Kamis (28/5/2026).

Ketegangan mengenai program nuklir Iran kembali meningkat setelah sejumlah pernyataan keras Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang menekan Teheran agar membatasi aktivitas pengayaan uranium. Namun, Iran sejauh ini menunjukkan tidak ada tanda melunak terhadap tuntutan Washington. (ihd)

Berita Terkait

Delegasi KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa
Iran Mau Hentikan Perang Asal AS Cairkan Rp432 Triliun Aset yang Beku pada Tahap Kesepakatan
Indonesia – Turki Perkuat Kolaborasi Ketenagakerjaan di Forum ILC
Indonesia Bidik Posisi Sentral dalam Kerja Sama ASEAN–Eurasia, Tegas AHY
Delegasi Buruh Indonesia Bergabung dengan Buruh Dunia Serukan “Free Palestine” di ILC 114 Jenewa
Delegasi Indonesia Bahas Ekonomi Platform dan Perlindungan Pekerja di Forum ILO
Turki Kecam Perluasan Operasi Israel di Lebanon, Khawatirkan Stabilitas Kawasan
Wakili Indonesia di Swiss, Dewa Sukma Kelana Soroti Masa Depan Pekerja di Era AI
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 6 Juni 2026 - 08:22 WIB

Delegasi KSPSI Jumhur Asal Banten Laksanakan Sholat Jumat di PTRI Jenewa

Jumat, 5 Juni 2026 - 14:29 WIB

Iran Mau Hentikan Perang Asal AS Cairkan Rp432 Triliun Aset yang Beku pada Tahap Kesepakatan

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:07 WIB

Indonesia – Turki Perkuat Kolaborasi Ketenagakerjaan di Forum ILC

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:54 WIB

Indonesia Bidik Posisi Sentral dalam Kerja Sama ASEAN–Eurasia, Tegas AHY

Kamis, 4 Juni 2026 - 08:41 WIB

Delegasi Buruh Indonesia Bergabung dengan Buruh Dunia Serukan “Free Palestine” di ILC 114 Jenewa

Berita Terbaru