Serangan Israel di Lebanon Meluas, Beirut Selatan Dipenuhi Puing dan Ratusan Mayat

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan udara Israel menghantam Beirut Selatan, menyisakan puing-puing dan ratusan korban tewas. (Reuters/Claudia Greco)

Serangan udara Israel menghantam Beirut Selatan, menyisakan puing-puing dan ratusan korban tewas. (Reuters/Claudia Greco)

JENDELANUSANTARA.COM, Beirut — Kerusakan parah dan puing-puing bangunan terlihat di sejumlah kawasan pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Sabtu (7/3/2026), setelah gelombang serangan udara Israel mengguncang wilayah tersebut pada Jumat malam. Serangan ini menjadi bagian dari eskalasi konflik bersenjata antara Israel dan kelompok Hizbullah yang kembali memanas sejak awal Maret.

 

Berita Terkait

China Mulai Dekati Iran, Amerika Mengintip Indikasi Bantu Teknologi Rudal
Kisah Rano: Ada Jamaah Naik Taksi dari Doha ke Riyadh Rp85 Juta agar Bisa Terbang ke Indonesia
WNI di Qatar Desak Pemerintah Segera Lakukan Evakuasi
Iran Tolak Berunding dengan AS, IRGC Klaim Korban Sipil Tembus 700 Orang
IGRC Klaim Serang Markas Pertahanan Israel, Konflik Makin Tereskalasi
Isu Dugaan BBM Subsidi untuk Industri di Cilegon Mencuat, Ribuan Massa Bersiap Aksi
160 Orang Tewas dalam Serangan Rudal Israel-AS ke Wilayah Iran
PBB Desak Deeskalasi, Peringatkan Risiko Perang Lebih Luas di Timur Tengah

Berita Terkait

Minggu, 8 Maret 2026 - 17:17 WIB

Serangan Israel di Lebanon Meluas, Beirut Selatan Dipenuhi Puing dan Ratusan Mayat

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:33 WIB

China Mulai Dekati Iran, Amerika Mengintip Indikasi Bantu Teknologi Rudal

Kamis, 5 Maret 2026 - 16:00 WIB

Kisah Rano: Ada Jamaah Naik Taksi dari Doha ke Riyadh Rp85 Juta agar Bisa Terbang ke Indonesia

Rabu, 4 Maret 2026 - 23:39 WIB

WNI di Qatar Desak Pemerintah Segera Lakukan Evakuasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 18:20 WIB

Iran Tolak Berunding dengan AS, IRGC Klaim Korban Sipil Tembus 700 Orang

Berita Terbaru