Purbaya Pilih Barang UMKM untuk Bencana, Tolak Balpres Ilegal

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di komplek Kantor Kemenkeu Jakarta. (Antara Foto)

Menteri Keuangan Purbaya menjawab pertanyaan wartawan di komplek Kantor Kemenkeu Jakarta. (Antara Foto)

Menurut dia, penggunaan barang ilegal sebagai bantuan justru berpotensi memicu masuknya kiriman balpres baru dengan dalih kemanusiaan. “Jangan sampai nanti gara-gara itu, banyak lagi balpres masuk dengan alasan kan bagus buat bencana,” ujarnya.

Purbaya menegaskan pemerintah akan menyiapkan bantuan yang lebih layak dan terstandar. Jika dibutuhkan, anggaran baru bisa digelontorkan untuk membeli kebutuhan sandang bagi warga terdampak bencana. Barang-barang tersebut, lanjutnya, akan dipasok dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam negeri.

“Lebih baik kita beli barang-barang dalam negeri produk UMKM, dikirim ke bencana yang baru. Saya lebih baik mengeluarkan uang ke situ kalau terpaksa, dibanding pakai barang-barang balpres itu,” katanya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membuka kemungkinan penyaluran pakaian sitaan untuk keperluan kemanusiaan, menyusul penindakan terhadap kontainer dan truk bermuatan garmen ilegal. Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto, menjelaskan bahwa barang hasil penindakan otomatis berstatus sebagai barang milik negara. Penanganannya tidak terbatas pada pemusnahan. “Dihancurkan itu salah satu opsi. Itu bisa dimusnahkan atau untuk tujuan lain,” ujarnya.

Secara umum, terdapat tiga opsi tindak lanjut terhadap barang ilegal: dimusnahkan, dihibahkan, atau dilelang. Dengan proses pemulihan bencana di Sumatera yang masih berlangsung, Bea Cukai menilai hibah dapat menjadi pilihan.

“Siapa tahu saudara-saudara kita bisa memanfaatkan dan menggunakan. Sementara yang di Aceh membutuhkan,” kata Nirwala.

Namun, keputusan akhir berada di Kementerian Keuangan, yang menegaskan prioritasnya pada penyediaan barang baru yang lebih pantas bagi korban bencana, sekaligus mendukung produksi UMKM nasional. (ihd)

Berita Terkait

Indonesia Miliki Peluang Besar untuk Jadi Pemain Utama Ekonomi dan Keuangan Syariah Global
ANG Disiapkan Jadi Alternatif LPG, Efisiensi Gas Dua Kali Lipat
BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November
Rp5,90 Triliun Transaksi Lintas Negara, QRIS Indonesia Raih Pengakuan Dunia
129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut
Rp195,2 Triliun Dana Daerah Mengendap di Bank, Purbaya Minta Pemda Segera Belanjakan
RIB 02 Dikerahkan, Pencarian Lima Jurnalis Hilang di Selat Sunda Belum Buahkan Hasil
Helikopter Dauphin Perkuat Pencarian Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 22:00 WIB

Indonesia Miliki Peluang Besar untuk Jadi Pemain Utama Ekonomi dan Keuangan Syariah Global

Selasa, 22 September 2026 - 15:09 WIB

ANG Disiapkan Jadi Alternatif LPG, Efisiensi Gas Dua Kali Lipat

Selasa, 22 September 2026 - 14:58 WIB

BMKG: Banjir dan Longsor Ancam Sebagian Wilayah Indonesia Mulai November

Selasa, 22 September 2026 - 14:29 WIB

Rp5,90 Triliun Transaksi Lintas Negara, QRIS Indonesia Raih Pengakuan Dunia

Senin, 14 September 2026 - 14:56 WIB

129 Penumpang KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Basarnas Sisir 2.600 Mil Laut

Berita Terbaru