Prabu Foundation Gelar Diskusi Penguatan Toleransi dan Pengawasan Medsos di Kalangan Anak

Kamis, 4 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung – Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Prabu Foundation menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Penguatan Nilai, Karakter Toleran, Pengawasan Media Sosial, dan Peran Keluarga serta Sekolah dalam Mencegah Radikalisme Anak Menjelang Nataru 2025” di Shakti Hotel Bandung, Rabu (3/12/2025).

Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri sekitar 30 peserta, menghadirkan pembicara dari berbagai instansi, mulai dari Kesbangpol Jawa Barat, Polda Jabar, Dinas Pendidikan Jawa Barat, Kementerian Agama, hingga mantan narapidana terorisme.

Acara dibuka dengan lagu Indonesia Raya pada pukul 09.25 WIB, dilanjutkan sambutan Ketua Umum Prabu Foundation Asep Muhargono sebelum memasuki sesi materi.

Melalui keterangannya, Kamis (4/12), Khoirul Naim dari Kesbangpol Jawa Barat, menekankan pentingnya memperkuat ketahanan masyarakat dari ancaman radikalisme yang berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital.

“Di era sosial-digital sekarang, kita harus semakin waspada terhadap polarisasi dan intoleransi. Penguatan harmoni sosial harus terus dilakukan, terutama melalui sistem peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Sementara dari Polda Jawa Barat, AKBP Rumi menyoroti perlunya keterlibatan semua pihak dalam menjaga ruang digital dari penyebaran paham ekstrem.

“Menjelang Nataru, pengawasan media sosial dan literasi digital menjadi sangat penting. Keluarga dan sekolah perlu terlibat aktif agar paham radikal tidak mudah menyusup kepada anak-anak,” katanya.

Pengalaman pribadi juga dibagikan oleh Roki Apris Dianto, mantan narapidana terorisme, yang menegaskan bahwa, remaja dan anak-anak kerap menjadi target jaringan radikal.

“Kelompok radikal sangat pandai mencari celah dan anak-anak sering jadi sasaran karena mudah diarahkan. Pengawasan terhadap pergaulan dan aktivitas online mereka adalah kunci pencegahan,” tuturnya.

Sementara itu, perwakilan Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dr. Iwan Sanusi, menegaskan bahwa, pendidikan karakter tetap menjadi benteng penting dalam membentuk ketahanan ideologis peserta didik.

“Nilai-nilai Pancawaluya seperti cageur, bageur, bener, pinter, dan singer harus ditanamkan sejak dini agar peserta didik memiliki karakter kuat dan tidak mudah terpengaruh ideologi berbahaya,” katanya.

Hal senada disampaikan Hari Teguh dari Kementerian Agama, yang menekankan perlunya peran aktif masyarakat dalam menjaga kerukunan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan bangsa. Sikap terbuka, saling menghargai, dan pengawasan terhadap konten digital harus diperkuat agar paham negatif tidak berkembang,” ujarnya.

FGD yang berlangsung hingga pukul 12.36 WIB ini diharapkan mampu menghasilkan strategi bersama dalam mencegah radikalisme pada anak dan remaja, terutama menjelang periode akhir tahun yang kerap menjadi momentum sensitif bagi penyebaran paham ekstrem. (*/Red)

Berita Terkait

Kampung Kerukunan Desa Ciwangi Dapat Apresiasi FKUB Jawa Barat
Tujuh Kali Berturut-turut, Pemkot Bekasi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025
SMPN 8 Kota Bandung Gelar Pentas Seni untuk Lestarikan Budaya Sunda
Ketum AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Berpihak pada Rakyat dan Korban Bencana
Ketum PP Muhammadiyah Minta Penanganan Bencana Dilakukan Tanpa Politisasi
Pengawas Disdik Jabar Pantau Uji Kompetensi Terapis Perilaku Jenjang III
Stafsus Menko Infrastruktur Tegaskan Pentingnya Irigasi Andal untuk Ketahanan Pangan Nasional
Pembukaan ARS Career Fair & Lomba Robotik 2025 Warnai Penguatan Ekosistem Teknologi Informasi di Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 20:09 WIB

Kampung Kerukunan Desa Ciwangi Dapat Apresiasi FKUB Jawa Barat

Rabu, 31 Desember 2025 - 10:35 WIB

Tujuh Kali Berturut-turut, Pemkot Bekasi Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2025

Jumat, 19 Desember 2025 - 10:15 WIB

SMPN 8 Kota Bandung Gelar Pentas Seni untuk Lestarikan Budaya Sunda

Selasa, 16 Desember 2025 - 21:11 WIB

Ketum AHY Tegaskan Komitmen Demokrat Berpihak pada Rakyat dan Korban Bencana

Senin, 15 Desember 2025 - 19:50 WIB

Ketum PP Muhammadiyah Minta Penanganan Bencana Dilakukan Tanpa Politisasi

Berita Terbaru