JENDELANUSANTARA.COM, Subang, 2 Agustus 2026 – Masyarakat Dusun I Kampung Gurubatik (Gurudug Banen Cileutik), RW 01, Desa Situsari, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, menggelar Tasyakuran Sedekah Bumi / Ruwatan Bumi (Ngaruwat Bumi) sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus upaya melestarikan adat dan budaya Sunda yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, 2 Agustus 2026, di depan Balai Musyawarah RW 01 Desa Situsari tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, serta Ketua Ratu KDM Jawa Barat, E. Hayati, yang merupakan bagian dari Karatuan Sunda Nusantara. Kehadiran E. Hayati menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya, adat istiadat, serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal Sunda agar tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama dan istigasah, dilanjutkan kirab budaya yang melibatkan masyarakat, kemudian dimeriahkan dengan pertunjukan seni tradisional Gembyung yang dibawakan oleh OHANDA DINATA Group dari Cibogo, Subang, di bawah pimpinan Bah Ayi Basajan.
Penemuan Bersejarah di Situs Megalitikum Gurudug
Dalam kesempatan yang penuh berkah ini, juga disampaikan kabar penting terkait penemuan benda-benda bersejarah di kawasan Situs Megalitikum Gurudug, Desa Situsari. Di antaranya ditemukan batu keong purba yang memiliki corak khas berlingkar indah, menjadi bukti kekayaan alam dan sejarah purba yang tersimpan di tanah Gurudug. Tak hanya itu, ditemukan pula lempengan atau plakat kuningan emas bertanda wajah dan tanda tangan Bung Karno, yang menjadi penanda ikatan sejarah yang mendalam antara masa lampau, perjuangan kemerdekaan, dan harapan masa depan bangsa di tanah leluhur ini.
Penemuan ini semakin memperkuat nilai penting Situs Megalitikum Gurudug, sehingga kini sedang dijalankan upaya pendaftaran resmi ke Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Subang dan Provinsi Jawa Barat, agar kelestariannya terjamin dan dapat diwariskan secara utuh kepada generasi mendatang.
Harapan Perhatian & Dukungan
Terletak di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang — wilayah yang berdekatan dan satu kawasan dengan Lembur Pakuan — Situs Megalitikum Gurudug ini diharapkan dapat mendapatkan perhatian khusus dari Bapak Bupati Subang, para pemangku adat Karatuan Sunda Nusantara (KDM), serta Bapak Gubernur Jawa Barat. Dukungan dan perhatian tersebut diharapkan menjadi dorongan agar situs ini dapat dikelola, dikembangkan, dan dilestarikan dengan baik, sebagai bukti penghormatan kepada leluhur sekaligus penguatan identitas Tatar Sunda di tanah air.
Sedekah Bumi atau Ruwatan Bumi sendiri merupakan tradisi tahunan yang memiliki makna mendalam: sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi, sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, dan menjaga kelestarian budaya leluhur. Panitia berharap kegiatan ini terus menjadi agenda budaya yang mampu memperkuat identitas masyarakat Sunda serta menjadi sarana edukasi bagi generasi muda untuk mencintai dan melestarikan warisan budaya bangsa. Kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh semangat kebersamaan, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir — menunjukkan bahwa tradisi Sedekah Bumi tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat Desa Situsari.(*)












