Polisi Temukan Senjata Kedua di Kasus Penembakan WNA Australia

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy (dua dari kiri) didampingi Kapolres Badung AKBP M Arif Batubara (dua dari kanan). (Bali Express)

Kabid Humas Polda Bali Kombespol Ariasandy (dua dari kiri) didampingi Kapolres Badung AKBP M Arif Batubara (dua dari kanan). (Bali Express)

JENDELANUSANTARA.COM, Badung — Penyidik Kepolisian Resor Badung, Bali, menemukan senjata api kedua yang diduga digunakan dalam kasus penembakan dua warga negara Australia di Vila Casa Santisya 1, Desa Munggu, Kabupaten Badung. Senjata tersebut ditemukan di aliran Subak Anyelir, Tabanan, sekitar 50 meter dari lokasi penemuan senjata pertama.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Polisi Jansen Avitus Panjaitan, Senin (21/7/2025), menjelaskan bahwa senjata api jenis pistol kaliber 9 milimeter itu ditemukan lengkap dengan magasin peluru. “Senjata ditemukan di bantaran sungai, tak jauh dari lokasi kendaraan pelaku,” ujarnya.

Hasil uji balistik oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri mengonfirmasi bahwa dua butir proyektil dan selongsong yang ditemukan di tempat kejadian identik dengan peluru dari senjata tersebut. Senjata ini memiliki kapasitas 10 peluru.

Kapolres Badung Ajun Komisaris Besar Polisi M Arif Batubara menambahkan, senjata kedua ditemukan setelah pencarian selama hampir seminggu yang sempat terkendala oleh tingginya debit air sungai akibat hujan. “Senjata ini tertutup pasir dan ditemukan dengan alat deteksi milik Detasemen Gegana Polri,” kata Arif.

Penyidik juga mengantongi hasil tes DNA terhadap barang bukti lain, seperti penutup wajah (sebo) dan sarung tangan yang ditemukan di dalam mobil Toyota Fortuner putih berpelat DK 1537 ABB. Barang-barang tersebut mengandung bubuk mesiu yang identik dengan yang ditemukan di tubuh salah satu tersangka.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa 25 saksi dan masih mendalami motif di balik penembakan ini. “Kami belum dapat menyimpulkan motif karena proses penyidikan masih berjalan,” kata Arif.

Sebelumnya, dua WNA Australia, Zivan Radmanovic dan Sanar Ghanim, menjadi korban penembakan pada Sabtu (14/6/2025) dini hari. Radmanovic tewas akibat luka tembak di kamar mandi vila, sedangkan Ghanim mengalami luka di bagian tubuhnya. Insiden itu disaksikan oleh istri masing-masing korban.

Polisi telah menangkap tiga terduga pelaku, yaitu Tupou Pasa Midolmore (27), Coskunmevlut (23), dan Darcy Francesco Jenson (37). Ketiganya dijerat pasal pembunuhan berencana dan penggelapan kendaraan. (ihd)

Berita Terkait

MA Bela Hakim PN Pati dari Tuduhan Terima Suap Rp1 Miliar, Integritasnya Dinilai Baik
Polri Pulangkan Buronan Pembunuh Wanita di Surabaya dari Malaysia
TNI Janji Beri Sanksi Prajurit Terlibat Judi Daring di Rumah Dinas Cijantung
KPK Dalami Pungutan dalam Pembukaan Blokir Lahan Summarecon di Bogor
Ibu Terobos Kobaran Api, Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun
TNI Telusuri Keterlibatan Perwira AD dalam Dugaan Judi Daring di KPAD Cijantung
Fadia Arafiq Pertanyakan Sprindik Baru KPK, Dasar Hukum Perkara Dipersoalkan
Putusan MK Tak Temukan Bukti Ijazah, Gibran: Saya Tidak Mungkin Bisa Kuliah

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:49 WIB

MA Bela Hakim PN Pati dari Tuduhan Terima Suap Rp1 Miliar, Integritasnya Dinilai Baik

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:40 WIB

Polri Pulangkan Buronan Pembunuh Wanita di Surabaya dari Malaysia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:54 WIB

TNI Janji Beri Sanksi Prajurit Terlibat Judi Daring di Rumah Dinas Cijantung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 16:33 WIB

KPK Dalami Pungutan dalam Pembukaan Blokir Lahan Summarecon di Bogor

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Ibu Terobos Kobaran Api, Selamatkan Anak dari Kebakaran Rumah Makan di Rawamangun

Berita Terbaru