Polisi Tangkap Ketua LSM Peras RS Abdul Moeloek, IJTI dan AJI Angkat Bicara

Selasa, 23 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua LSM di Lampung setelah ditangkap Ditreskrim Polda Lampung. (Dok Polda Lampung)

Ketua LSM di Lampung setelah ditangkap Ditreskrim Polda Lampung. (Dok Polda Lampung)

JENDELANUSANTARA.COM, Bandar Lampung — Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung menangkap Ketua LSM Wahyudi bersama anggotanya, Fadly, dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan pemerasan terhadap Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek (RSAM) Lampung.

Keduanya diamankan pada Minggu (21/9/2025) sore di depan sebuah minimarket di Bandar Lampung. Dari tangan pelaku, polisi menyita barang bukti uang tunai Rp20 juta dalam pecahan Rp100.000 yang dibungkus plastik hitam dan ditemukan di dalam mobil milik pelaku.

Direktur Ditreskrimum Polda Lampung, Kombes Pol Indra Hermawan, membenarkan penangkapan itu. “Benar, kemarin kami merespons laporan masyarakat terkait adanya pemerasan. Tim Jatanras mengamankan dua orang disertai barang bukti Rp20 juta di dalam kendaraannya,” ujarnya, Senin (22/9/2025).

Indra menjelaskan, modus pelaku adalah menyebarkan berita bernuansa tuduhan yang mendiskreditkan pihak rumah sakit. Mereka kemudian mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa jika permintaan tidak dipenuhi. Kasus ini, lanjut Indra, bermula sejak Juni 2025 dengan komunikasi berlanjut hingga September.

“Pada pertemuan berikutnya, pelaku meminta proyek dengan fee 20 persen. Karena tidak terpenuhi, akhirnya pihak rumah sakit menyerahkan uang Rp20 juta yang kemudian dijadikan barang bukti OTT,” katanya.

Saat ini, penyidik masih memeriksa intensif Wahyudi dan Fadly serta memeriksa enam saksi. Polisi mengimbau pihak lain yang merasa pernah menjadi korban agar segera melapor.

Sorotan Organisasi Pers

Kasus ini menuai keprihatinan kalangan jurnalis di Lampung. Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Lampung, Andres Afandi, menilai tindakan tersebut mencoreng profesi jurnalis dan melemahkan kepercayaan publik.

“Jabatan, profesi, maupun organisasi adalah amanah untuk mengabdi kepada masyarakat, bukan alat mencari keuntungan pribadi,” ujarnya. Andres menegaskan integritas dan kejujuran harus menjadi fondasi utama dalam menjalankan profesi pers maupun lembaga sosial.

Sikap senada disampaikan Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung, Dian Wahyu Kusuma. Ia menilai kasus itu merusak citra LSM sekaligus mencederai semangat kebebasan pers.

“Tindakan ini tidak hanya merusak citra LSM itu sendiri, tetapi juga mencederai integritas informasi di ruang publik,” katanya. AJI, lanjut Dian, mendukung penegakan hukum terhadap oknum yang menyalahgunakan informasi untuk pemerasan.

Dian menegaskan, pemberitaan harus menjadi alat kontrol sosial yang digunakan secara bertanggung jawab. “Kasus ini menjadi momentum evaluasi agar semua pihak menjunjung tinggi integritas, baik dalam jurnalisme, advokasi, maupun kontrol sosial,” ujarnya. (ihd)

Berita Terkait

TNI Tegaskan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie atas Permintaan Resmi Kejaksaan Agung
KPK Duga Amplop yang Diberikan Bupati Kuansing ke Menhut sebelum OTT Berisi 12.000 Dolar Singapura
Polri Temukan 74 Kilogram Emas dan Dolar Senilai Rp476 Miliar dalam Brankas Rumah di Sentul
Tujuh Pembunuh Pilot AS di Yahukimo Masuk DPO, Polisi Buru Jaringan Kelompok Bersenjata
Pengadilan Negeri Indramayu Vonis Mati Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga
Sepekan Menghilang, Nadira Az Zahra Ditemukan Selamat dalam Kondisi Lelah dan Disorientasi
KY Tindak Lanjuti Laporan Tim Nadiem, Dugaan Pelanggaran Etik Empat Hakim Tipikor Dikaji
KPK Terima Laporan Penolakan Gratifikasi Raja Juli setelah Bupati Kuansing Ditangkap

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:27 WIB

TNI Tegaskan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie atas Permintaan Resmi Kejaksaan Agung

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:23 WIB

KPK Duga Amplop yang Diberikan Bupati Kuansing ke Menhut sebelum OTT Berisi 12.000 Dolar Singapura

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:53 WIB

Polri Temukan 74 Kilogram Emas dan Dolar Senilai Rp476 Miliar dalam Brankas Rumah di Sentul

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:42 WIB

Tujuh Pembunuh Pilot AS di Yahukimo Masuk DPO, Polisi Buru Jaringan Kelompok Bersenjata

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:29 WIB

Pengadilan Negeri Indramayu Vonis Mati Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga

Berita Terbaru