Korupsi 109 Ton Emas: Pelanggan Antam Divonis 9 Tahun dan Ganti Rp1,6 Triliun

Rabu, 28 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 6 hingga 9 tahun penjara terhadap tujuh pihak swasta yang menjadi pelanggan Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. Mereka terbukti bersalah dalam kasus korupsi tata kelola komoditas emas senilai 109 ton yang terjadi selama periode 2010 hingga 2022.

Ketua Majelis Hakim Sri Hartati menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama, bersama enam mantan pejabat Antam. Dalam sidang pembacaan putusan pada Rabu (28/5/2025), hakim menegaskan bahwa perbuatan para terdakwa telah merugikan negara hingga Rp3,31 triliun.

Tujuh terdakwa dari pihak swasta adalah Gluria Asih Rahayu (divonis 6 tahun penjara), Ho Kioen Tjay dan Djudju Tanuwidjaja (masing-masing 8 tahun), serta Lindawati Efendi, Suryadi Lukmantara, Suryadi Jonathan, dan James Tamponawas (masing-masing 9 tahun penjara). Selain pidana badan, masing-masing juga dijatuhi denda Rp500 juta subsider 4 bulan kurungan.

Mereka turut dijatuhi pidana tambahan berupa uang pengganti senilai total Rp1,6 triliun. Lindawati dikenai uang pengganti sebesar Rp616,94 miliar subsider 6 tahun penjara, disusul Suryadi Lukmantara Rp444,93 miliar, Suryadi Jonathan Rp343,41 miliar, dan James Rp119,27 miliar. Sementara Djudju wajib membayar Rp43,33 miliar, Ho Kioen Rp35,46 miliar, dan Gluria Rp2,07 miliar.

Hakim menyebutkan, hal-hal yang memberatkan vonis adalah karena para terdakwa tidak mendukung program pemberantasan korupsi, tidak mengembalikan kerugian negara, dan menimbulkan dampak besar terhadap perekonomian negara. Adapun hal meringankan antara lain belum pernah dihukum dan bersikap sopan selama persidangan.

Vonis ini sedikit lebih ringan dari tuntutan jaksa, yang sebelumnya meminta pidana penjara 8 hingga 12 tahun, serta denda Rp750 juta per orang. Namun, jumlah uang pengganti tetap mengacu pada tuntutan awal.

Dalam kasus ini, ketujuh pelanggan swasta didakwa bersama enam mantan pejabat UBPP Logam Mulia Antam, yakni Tutik Kustiningsih, Herman, Dody Martimbang, Abdul Hadi Aviciena, Muhammad Abi Anwar, dan Iwan Dahlan. Mereka telah lebih dahulu divonis masing-masing 8 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider 4 bulan kurungan.

Total kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp3,31 triliun, sebagian besar akibat praktik korupsi yang memperkaya pelanggan non-kontrak, termasuk toko emas dan perusahaan, hingga Rp1,7 triliun. (ihd)

Berita Terkait

Menteri Imipas dan Bappisus Periksa Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Hukuman Nadiem Makarim Berkurang 1 Tahun, Putusan Bersalah Tak Berubah
Ditjenpas Telusuri Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Ada Nama Ferdy Sambo Disebut
Ada Apartemen di Lapas Cibinong, Dihuni Para Napi dengan Bayar Mahal
KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Tawaran Jet Pribadi kepada Silmy Karim
Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki
Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN
Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:11 WIB

Menteri Imipas dan Bappisus Periksa Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 18:21 WIB

Hukuman Nadiem Makarim Berkurang 1 Tahun, Putusan Bersalah Tak Berubah

Kamis, 24 September 2026 - 17:49 WIB

Ditjenpas Telusuri Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Ada Nama Ferdy Sambo Disebut

Rabu, 23 September 2026 - 17:51 WIB

Ada Apartemen di Lapas Cibinong, Dihuni Para Napi dengan Bayar Mahal

Rabu, 23 September 2026 - 14:02 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Tawaran Jet Pribadi kepada Silmy Karim

Berita Terbaru