Komnas HAM Dalami Kondisi Medis Andrie Yunus, RSCM Beri Penjelasan Komprehensif

Kamis, 26 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dan Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi usai meminta keterangan dari RSCM terkait kondisi medis Wakil Koordinator  dan Korban KontraS, Andrie Yunus, di RSCM Kiara, Kamis (23/3/2026). (Jennus)

Ketua Komnas HAM Anis Hidayah dan Komisioner Mediasi Komnas HAM Pramono Ubaid Tanthowi usai meminta keterangan dari RSCM terkait kondisi medis Wakil Koordinator dan Korban KontraS, Andrie Yunus, di RSCM Kiara, Kamis (23/3/2026). (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, JakartaKomisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meminta keterangan dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) terkait kondisi medis Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Langkah ini merupakan bagian dari pemantauan kasus penyiraman air keras yang menimpa korban.

Permintaan keterangan dilakukan pada Kamis (26/3/2026) di Gedung RSCM Kiara, Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM berdialog langsung dengan pimpinan rumah sakit serta tim dokter yang menangani korban untuk memperoleh penjelasan medis secara menyeluruh.

Komisioner Mediasi Komnas HAM, Pramono Ubaid Tanthowi, menyatakan pihaknya telah menerima informasi yang komprehensif, mulai dari penanganan dokter spesialis mata hingga tim penanganan luka bakar.

“Informasi yang kami terima mencakup penanganan dari berbagai tim medis, termasuk dokter mata dan tim luka bakar,” ujar Pramono.

Menurut dia, keterangan tersebut penting untuk menganalisis dampak medis dan psikologis yang dialami korban akibat serangan air keras. Hasil pendalaman ini akan menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi Komnas HAM.

Pramono menambahkan, seluruh informasi yang diperoleh masih akan dianalisis secara internal sebelum disampaikan ke publik. “Kami akan menyampaikan secara terpisah setelah rekomendasi resmi disusun,” katanya.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menjelaskan bahwa pihaknya menggali secara rinci kondisi korban sejak pertama kali dirawat hingga penanganan terakhir yang diberikan tim medis.

“Kami ingin mendapatkan gambaran utuh mengenai langkah-langkah penanganan sejak awal hingga rencana ke depan,” ujar Anis.

Selain aspek medis, Komnas HAM juga menelusuri dampak cairan kimia terhadap kondisi fisik dan psikis korban, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Pendalaman ini dinilai krusi1al untuk memastikan pemulihan korban berjalan optimal sekaligus menjadi pijakan dalam penanganan kasus secara menyeluruh. (ihd

Berita Terkait

Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki
Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN
Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013
KPK Dalami Jejaring Swasta di Balik Dugaan Suap Layanan Pertanahan
Tugu Ayam Pelung Raksasa, Cara Polres Cianjur Jinakkan Knalpot Bising
‘Pembinaan’ Berujung Maut, Empat Prajurit TNI AU Jadi Tersangka Kematian Serda AMF
Rp846 Miliar Aset Disita, Kubu Febrie Adriansyah Minta Keterkaitan Dibuktikan 
KPK Sebut Empat Tersangka Suap ATR/BPN Diduga Orang Kepercayaan Nusron Wahid

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 17:46 WIB

Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki

Jumat, 18 September 2026 - 17:02 WIB

Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN

Jumat, 18 September 2026 - 15:26 WIB

Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013

Kamis, 17 September 2026 - 13:47 WIB

KPK Dalami Jejaring Swasta di Balik Dugaan Suap Layanan Pertanahan

Rabu, 16 September 2026 - 17:56 WIB

Tugu Ayam Pelung Raksasa, Cara Polres Cianjur Jinakkan Knalpot Bising

Berita Terbaru