Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam — Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa semakin strategis di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu. Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha C. Nasir pada Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN-Uni Eropa Ke-25 di Bandar Seri Begawan, Brunei Darussalam (28/4). Pertemuan dipimpin bersama oleh Menlu II Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa.

Pertemuan membahas upaya memperkuat kemitraan strategis yang setara dan saling menguntungkan antara kedua kawasan. Kemitraan ASEAN-Uni Eropa akan memasuki usia 50 tahun pada tahun 2027. Pertemuan juga dimanfaatkan untuk saling bertukar pandangan terkait isu-isu kawasan dan global.

“Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa bukan sekadar simbol. Manfaatnya harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku bisnis, serta dapat diandalkan oleh pasar. Untuk itu, kita perlu mendorong terwujudnya Comprehensive Economic Partnership Agreement antara ASEAN dan EU,” tegas Wamenlu RI.

Wamenlu RI lebih lanjut juga mengharapkan Uni Eropa dapat memainkan peran konstruktif di tengah situasi geopolitik dan geoekonomi saat ini. Untuk itu, Uni Eropa harus bekerja sama dengan ASEAN dan negara Global South lainnya untuk mempertahankan sistem internasional yang terbuka, adil dan stabil.

Menutup pernyataannya, Wamenlu RI juga menyoroti pentingnya reformasi sistem multilateral, seraya mendorong kolaborasi ASEAN dan Uni Eropa dalam mewujudkan tata kelola global yang lebih inklusif, efektif dan responsif terhadap realita dunia saat ini.

Di sela-sela pertemuan, Wamenlu RI telah melakukan pertemuan kehormatan dengan Menlu Brunei Darussalam dan High Representative Uni Eropa, serta pertemuan bilateral lainnya dengan Wamenlu Austria, Polandia, Portugal, dan Jerman.

Pertemuan dihadiri oleh sejumlah Menlu dan Wakil Menlu negara ASEAN dan Uni Eropa yang juga mengangkat mengenai pentingnya multilateralisme dan penghormatan terhadap hukum internasional. Kerja sama energi, pangan, konektivitas, transformasi digital, maritim, dan perdagangan menjadi bidang-bidang kerja sama yang menonjol sebagai prioritas. Pertemuan ditutup dengan adopsi Statement Bersama Menlu ASEAN-Uni Eropa.

Kemitraan ASEAN dan Uni Eropa telah terjalin sejak tahun 1977 dan memiliki potensi strategis yang besar dalam membentuk tatanan global yang lebih stabil, inklusif, dan berkelanjutan.(REL)

Sumber: Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia

Berita Terkait

Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik
UMY Gandeng Kyung Hee University Kembangkan Program Akademik dan Riset
Trump: Tidak Ada Batas Waktu untuk Akhiri Perang AS–Israel dengan Iran
Jalan Lebanon Redakan Konflik, Nego Israel Langsung untuk Gencatan Senjata
Wapres AS Sebut Trump Bercanda Tampilkan Dirinya sebagai Yesus Kristus
Xi Jinping Ajak Spanyol Tolak Hukum Rimba di Tengah Konflik AS-Israel dan Iran
Iran Batasi Lintasan Kapal di Selat Hormuz, Biaya Melonjak hingga Rp34 Miliar per Tanker
Negosiasi 21 Jam Iran-AS Kandas, Bayang-bayang Ketidakpercayaan Menguat

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 10:33 WIB

Indonesia Ajak Uni Eropa Perkuat Kemitraan dengan ASEAN di Tengah Krisis Global

Senin, 27 April 2026 - 18:25 WIB

Iran Kirim Sinyal Damai ke AS lewat Pakistan, Araghchi Bawa Syarat Penghentian Konflik

Jumat, 24 April 2026 - 13:43 WIB

UMY Gandeng Kyung Hee University Kembangkan Program Akademik dan Riset

Kamis, 23 April 2026 - 16:58 WIB

Trump: Tidak Ada Batas Waktu untuk Akhiri Perang AS–Israel dengan Iran

Rabu, 15 April 2026 - 12:02 WIB

Jalan Lebanon Redakan Konflik, Nego Israel Langsung untuk Gencatan Senjata

Berita Terbaru