Wamenkeu Juda: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi ‘Angin dan Layar’ bagi Kapal Ekonomi Indonesia

Rabu, 29 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menekankan pentingnya sinergi antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam acara Policy Dialogue – Kick Off program Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI) 2026, ia mengibaratkan kebijakan fiskal sebagai “angin” dan perbankan sebagai “layar” yang harus bekerja sama agar kapal ekonomi Indonesia mencapai tujuannya.

Dalam paparannya, Wamenkeu Juda mengungkapkan bahwa kinerja APBN pada Triwulan I 2026 menunjukkan pertumbuhan belanja yang sangat signifikan, yakni mencapai 31,4% (yoy). Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 1,4%.

“Belanja di Triwulan I sudah mencapai 21,2% dari total pagu APBN. Kami memang sengaja merubah pola pengeluaran agar lebih merata sepanjang tahun, tidak lagi menumpuk di Triwulan IV, supaya pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan lebih cepat,” ujarnya di Jakarta pada Senin (27/4).

Dari sisi penerimaan, pajak tumbuh sebesar 20,7% (ytd), yang didorong oleh lonjakan PPN dan PPNBM sebesar 57,7%. Pertumbuhan ini menjadi sinyal kuat bahwa aktivitas konsumsi masyarakat dan transaksi di sektor dunia usaha masih sangat bergairah.

Menanggapi kenaikan harga minyak mentah yang sempat menyentuh angka 100 USD per barel, ia menegaskan komitmennya untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Untuk mengantisipasi pembengkakan subsidi agar defisit tetap terjaga di bawah ambang batas 3%, pemerintah telah melakukan berbagai langkah-langkah strategis.

Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui penajaman program prioritas, seperti efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan meniadakan pemberian makan pada hari Sabtu dan masa libur sekolah. Satu hari efisiensi MBG diklaim dapat menghemat anggaran hingga Rp1 triliun. Selain itu, pemanfaatan sistem coretax serta mengoptimalkan windfall pajak dari komoditas batubara dan CPO juga menjadi salah satu strategi pemerintah.

Menutup keterangannya, Wamenkeu kembali menegaskan filosofi program PINISI dalam menjaga arah kebijakan ekonomi. “Pinisi, bayangan kita adalah sebuah kapal. Sebuah kapal yang berlayar menuju sebuah tujuan,” pungkasnya menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor. (rel)

Sumber : Kemenkeu

Berita Terkait

Sebelas Tokoh Perempuan Raih Penghargaan pada AMKI Kartini Award 2026
Menkeu Purbaya Tekankan Pentingnya Sinergi Penegak Hukum untuk Jaga Kepastian Investasi
Kemhan Perkuat Koordinasi 12 Ormas Bela Negara Melalui Raker di Jakarta
Ranex Sambut Positif Agenda Kerja Bacadnas, Dorong Penguatan Peran Ormas Bela Negara
Menteri Ekraf: Tidak Hanya Kota Besar, Kita Ingin Pegiat Ekraf Daerah Juga Tumbuh
Peran Aktif Kementerian Ekraf Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Optimalkan Ekosistem Kreatif
Perempuan Berdaya untuk Indonesia Maju, Wamenhan Hadiri Festival Walet Emas di TMII
MTQ Nasional XXXI di Semarang, Kemenag Buka Pendaftaran Dewan Hakim Secara Digital

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 16:56 WIB

Sebelas Tokoh Perempuan Raih Penghargaan pada AMKI Kartini Award 2026

Rabu, 29 April 2026 - 16:51 WIB

Menkeu Purbaya Tekankan Pentingnya Sinergi Penegak Hukum untuk Jaga Kepastian Investasi

Rabu, 29 April 2026 - 16:02 WIB

Kemhan Perkuat Koordinasi 12 Ormas Bela Negara Melalui Raker di Jakarta

Rabu, 29 April 2026 - 15:57 WIB

Ranex Sambut Positif Agenda Kerja Bacadnas, Dorong Penguatan Peran Ormas Bela Negara

Rabu, 29 April 2026 - 10:21 WIB

Wamenkeu Juda: Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi ‘Angin dan Layar’ bagi Kapal Ekonomi Indonesia

Berita Terbaru