JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance menyatakan unggahan kontroversial Presiden Donald Trump yang menampilkan dirinya menyerupai Yesus Kristus hanyalah sebuah candaan yang disalahpahami publik.
Dalam wawancara dengan Fox News, Senin (13/4/2026), Vance mengatakan unggahan tersebut sengaja dibuat ringan, namun kemudian dihapus setelah memicu beragam reaksi.
“Menurut saya, presiden mengunggah sebuah candaan, dan kemudian menghapusnya karena menyadari banyak orang tidak memahami lelucon tersebut,” ujar Vance.
Ia menilai gaya komunikasi Trump di media sosial justru menjadi kekuatan tersendiri karena dinilai langsung menjangkau masyarakat tanpa perantara.
“Presiden tidak selalu menyampaikan pesan melalui tim komunikasi. Ia berkomunikasi secara langsung dengan publik,” katanya.
Unggahan yang dimaksud sempat muncul di platform milik Trump, Truth Social, sebelum akhirnya dihapus pada hari yang sama. Konten tersebut berupa gambar hasil kecerdasan buatan yang memicu kontroversi di tengah publik.
Penghapusan unggahan itu terjadi di tengah ketegangan hubungan Trump dengan Paus Leo XIV, menyusul sikap berbeda terkait serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Meski menuai kritik, Trump membela unggahannya. Ia menyatakan gambar tersebut dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok “penolong”, berkaitan dengan dukungan terhadap organisasi kemanusiaan seperti Palang Merah.
“Hanya media penyebar berita palsu yang memelintirnya,” ujar Trump.
Vance menambahkan, perbedaan pandangan antara pemerintah Amerika Serikat dan Vatikan merupakan hal yang wajar dalam isu-isu substansial.
“Kami menghormati Paus dan memiliki hubungan baik dengan Vatikan, tetapi perbedaan pendapat itu biasa,” kata Vance.
Ia menegaskan bahwa Vatikan memiliki ranah tersendiri dalam urusan moral dan internal Gereja Katolik, sementara Presiden Amerika Serikat berfokus pada kebijakan publik. (Anadolu/ihd)














