Aksi di ibu kota Inggris itu berlangsung dari Russell Square menuju Whitehall. Massa membawa spanduk dan meneriakkan slogan penolakan terhadap perang, menciptakan gaung protes yang meliputi pusat kota. Kekhawatiran akan eskalasi konflik global menjadi latar utama demonstrasi tersebut.
Dalam orasinya, sejumlah peserta menuntut gencatan senjata segera dan penghentian intervensi asing di kawasan Timur Tengah. Seorang demonstran, Mariam, mengkritik operasi militer yang oleh Washington disebut “Epic Fury”. Ia menyebutnya sebagai “Epic Failure” dan menilai pengeboman tidak dapat dibenarkan atas nama demokrasi.
Pengunjuk rasa lain, Adrian, yang datang dari Birmingham, menilai serangan tersebut berlebihan dan berpotensi memicu dampak luas, mulai dari kenaikan harga minyak hingga meningkatnya ketidakpastian global.
Gelombang protes tidak hanya terjadi di Inggris. Di Lisbon, ratusan orang berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS pada 14 Maret dalam aksi yang diorganisasi Portuguese Council for Peace and Cooperation. Mereka menyerukan perdamaian dan pelucutan senjata, sembari mengecam apa yang dianggap sebagai agresi militer.
Sementara itu di Madrid, sekitar 4.000 orang turun ke jalan, bergerak dari Atocha menuju Puerta del Sol. Aksi tersebut juga dihadiri tokoh Podemos, termasuk Ione Belarra dan Irene Montero, yang menyerukan perubahan kebijakan pertahanan Spanyol, termasuk evaluasi keanggotaan dalam NATO.
Di Sofia, ratusan demonstran juga menggelar aksi serupa sejak awal Maret. Mereka menuntut penghentian serangan serta penarikan kehadiran militer AS dari wilayah Bulgaria.
Aksi-aksi ini turut berlangsung di sejumlah negara lain seperti Prancis dan Yunani, menandakan meningkatnya resistensi publik Eropa terhadap konflik yang telah memasuki pekan ketiga.
Di tengah tekanan publik tersebut, kritik juga datang dari kalangan akademisi. Rob de Wijk dari Universitas Leiden menilai langkah AS berisiko terhadap stabilitas kawasan Eropa. Ia mendorong negara-negara Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada Washington dan memperkuat otonomi strategis di bidang pertahanan. (ihd)














