JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim negaranya telah “sepenuhnya menghancurkan” Iran secara militer dan ekonomi. Pernyataan itu disampaikan melalui unggahan di platform media sosial Truth Social pada Jumat pagi, sekaligus menyindir pemberitaan media yang menilai situasi berbeda.
Dalam unggahan tersebut, Trump menegaskan bahwa kekuatan militer Iran telah mengalami kerusakan parah. Ia menyebut Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran tidak lagi berfungsi, sementara persenjataan seperti rudal dan drone terus dihancurkan.
“Jika membaca The New York Times yang gagal, Anda akan mengira kami tidak menang. Padahal kami sepenuhnya menghancurkan rezim teroris Iran secara militer, ekonomi, dan lainnya,” tulis Trump.
Menurut Trump, Amerika Serikat memiliki kapasitas militer yang sangat besar untuk melanjutkan operasi yang sedang berlangsung. Ia menyebut negaranya memiliki daya tembak yang tidak tertandingi serta persediaan amunisi yang besar.
“Lihat saja apa yang akan terjadi pada para penjahat gila ini hari ini,” tulisnya.
Trump juga menuduh Iran telah lama melakukan kekerasan terhadap warga sipil di berbagai belahan dunia. Ia bahkan menyebut tindakan militer yang dilakukan Amerika Serikat sebagai respons atas aksi tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang dimulai pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk sejumlah pejabat tinggi Iran.
Sebagai balasan, Iran melancarkan serangan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, Irak, serta beberapa negara di kawasan Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.
Ketegangan ini menandai eskalasi baru konflik di Timur Tengah yang berpotensi memperluas dampak keamanan regional maupun global. (ihd)














