Gelombang Protes Serangan Amerika terhadap Iran Meluas di Eropa, Puluhan Ribu Warga Turun ke Jalan

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang protes di berbagai kota Eropa terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. (XInhua)

Gelombang protes di berbagai kota Eropa terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. (XInhua)

Aksi di ibu kota Inggris itu berlangsung dari Russell Square menuju Whitehall. Massa membawa spanduk dan meneriakkan slogan penolakan terhadap perang, menciptakan gaung protes yang meliputi pusat kota. Kekhawatiran akan eskalasi konflik global menjadi latar utama demonstrasi tersebut.

Dalam orasinya, sejumlah peserta menuntut gencatan senjata segera dan penghentian intervensi asing di kawasan Timur Tengah. Seorang demonstran, Mariam, mengkritik operasi militer yang oleh Washington disebut “Epic Fury”. Ia menyebutnya sebagai “Epic Failure” dan menilai pengeboman tidak dapat dibenarkan atas nama demokrasi.

Pengunjuk rasa lain, Adrian, yang datang dari Birmingham, menilai serangan tersebut berlebihan dan berpotensi memicu dampak luas, mulai dari kenaikan harga minyak hingga meningkatnya ketidakpastian global.

Gelombang protes tidak hanya terjadi di Inggris. Di Lisbon, ratusan orang berkumpul di dekat Kedutaan Besar AS pada 14 Maret dalam aksi yang diorganisasi Portuguese Council for Peace and Cooperation. Mereka menyerukan perdamaian dan pelucutan senjata, sembari mengecam apa yang dianggap sebagai agresi militer.

Sementara itu di Madrid, sekitar 4.000 orang turun ke jalan, bergerak dari Atocha menuju Puerta del Sol. Aksi tersebut juga dihadiri tokoh Podemos, termasuk Ione Belarra dan Irene Montero, yang menyerukan perubahan kebijakan pertahanan Spanyol, termasuk evaluasi keanggotaan dalam NATO.

Di Sofia, ratusan demonstran juga menggelar aksi serupa sejak awal Maret. Mereka menuntut penghentian serangan serta penarikan kehadiran militer AS dari wilayah Bulgaria.

Aksi-aksi ini turut berlangsung di sejumlah negara lain seperti Prancis dan Yunani, menandakan meningkatnya resistensi publik Eropa terhadap konflik yang telah memasuki pekan ketiga.

Di tengah tekanan publik tersebut, kritik juga datang dari kalangan akademisi. Rob de Wijk dari Universitas Leiden menilai langkah AS berisiko terhadap stabilitas kawasan Eropa. Ia mendorong negara-negara Eropa untuk mengurangi ketergantungan pada Washington dan memperkuat otonomi strategis di bidang pertahanan. (ihd)

Berita Terkait

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”
Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13
Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi
Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 
Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Iran Bantah Berunding dengan AS, Gandeng Oman Buka Jalur Aman di Selat Hormuz
Serangan Israel Berlanjut, Delapan Warga Gaza Tewas di Tengah Kesepakatan Gencatan Senjata

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 21:07 WIB

Kronik Etimologi: Kisah di Balik Penciptaan Nama “Annevenmarèyls”

Selasa, 22 September 2026 - 20:09 WIB

Asia Mini Football Championship Indonesia 2027 Sambut Myanmar sebagai Peserta ke-13

Selasa, 15 September 2026 - 20:44 WIB

Arab Saudi Keluarkan Peringatan Darurat di Tengah Ketegangan dengan Houthi

Kamis, 10 September 2026 - 18:29 WIB

Trump Janji Berikan 5.000 Dolar bagi Tiap Warga AS Kalau Menang Pemilu 

Rabu, 2 September 2026 - 15:52 WIB

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung Dorong Reformasi Pro-Pertumbuhan dalam Pertemuan G20 FMCBG

Berita Terbaru