Diserang Jelang Akad, Calon Pengantin Terkapar, Pernikahan Batal

Minggu, 11 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Palembang — Momen yang seharusnya paling membahagiakan dalam hidup Ahmad Anda (31) berubah menjadi tragedi berdarah. Pengantin pria asal Palembang, Sumatera Selatan, itu mengalami terkapar setelah diserang lima pria bersenjata tajam dan senjata api hanya beberapa saat sebelum akad nikah dimulai, Minggu (11/5/2025).

Peristiwa terjadi di Jalan Panca Usaha, Seberang Ulu, Palembang, ketika Ahmad baru saja tiba bersama keluarganya untuk mengikuti prosesi pernikahan dengan calon istrinya, Parida. Begitu keluar dari mobil, Ahmad langsung diserang secara brutal oleh sekelompok pria yang salah satunya dikenal sebagai Jono alias Ian.

Serangan mendadak tersebut memicu kepanikan massal. Tamu undangan dan keluarga yang sudah berkumpul berlarian menyelamatkan diri. Ahmad yang tidak bersenjata mengalami luka bacok di kepala, tangan, dan kaki. Ia dilarikan ke RSUD Bari dalam kondisi kritis dan hingga Minggu malam masih menjalani perawatan intensif.

Ibu korban, Ningcik, tak kuasa menahan tangis saat ditemui di rumah sakit. Ia mengaku tidak mengetahui alasan di balik penyerangan keji itu. “Kami tidak tahu apa motifnya. Begitu turun dari mobil, kami langsung diserang,” katanya lirih.

Kapolsek Seberang Ulu I, Ajun Komisaris Polisi Herri, mengatakan pihak kepolisian masih menyelidiki kasus tersebut. Dugaan sementara, serangan dipicu oleh dendam lama antara pelaku dan korban. “Kami sudah kantongi identitas beberapa pelaku dan sedang lakukan pengejaran,” ujarnya.

Ditemui di ruang perawatan, Ahmad yang masih terbaring lemah menuturkan bahwa salah satu pelaku, Jono, pernah berselisih dengannya pada 2019. Saat itu, Jono menuduh Ahmad sebagai informan polisi, yang berujung pada pertikaian fisik. Ahmad menduga peristiwa lama itulah yang mendorong Jono melakukan balas dendam di hari pernikahannya.

“Saya enggak bawa apa-apa, cuma bisa lari masuk ke rumah warga. Awalnya mereka kira saya dikejar polisi, tapi setelah tahu saya korban, mereka bantu bawa saya ke rumah sakit,” ujar Ahmad pelan.

Akibat insiden itu, seluruh rangkaian pernikahan dibatalkan. Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi di lokasi dan menjanjikan pengungkapan tuntas atas kasus ini. Sementara itu, pihak keluarga korban berharap pelaku segera ditangkap agar keadilan ditegakkan. (ihd)

Berita Terkait

Menteri Imipas dan Bappisus Periksa Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong
Hukuman Nadiem Makarim Berkurang 1 Tahun, Putusan Bersalah Tak Berubah
Ditjenpas Telusuri Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Ada Nama Ferdy Sambo Disebut
Ada Apartemen di Lapas Cibinong, Dihuni Para Napi dengan Bayar Mahal
KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Tawaran Jet Pribadi kepada Silmy Karim
Tendangan Tiba-tiba di Mal, Motif Pria Serang Perempuan Masih Teka-teki
Kejagung Lakukan Pengamanan Tiga Paket Pekerjaan Jalan di IKN
Kejagung Sita Tanah dalam Perkara TPPU 2018–2026, Febrie Klaim Dibeli 2013

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 19:11 WIB

Menteri Imipas dan Bappisus Periksa Dugaan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Kamis, 24 September 2026 - 18:21 WIB

Hukuman Nadiem Makarim Berkurang 1 Tahun, Putusan Bersalah Tak Berubah

Kamis, 24 September 2026 - 17:49 WIB

Ditjenpas Telusuri Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong, Ada Nama Ferdy Sambo Disebut

Rabu, 23 September 2026 - 17:51 WIB

Ada Apartemen di Lapas Cibinong, Dihuni Para Napi dengan Bayar Mahal

Rabu, 23 September 2026 - 14:02 WIB

KPK Dalami Dugaan Pemberian Uang dan Tawaran Jet Pribadi kepada Silmy Karim

Berita Terbaru