Bea Cukai Diancam Dibekukan, Dirjen Janji Perbarui dari Hulu ke Hilir

Rabu, 3 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama (Jennus)

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama (Jennus)

Pernyataan itu ia sampaikan seusai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengeluarkan ultimatum terbuka: bila reformasi internal tak kunjung nyata, sistem kepabeanan dapat dikembalikan ke model Orde Baru dengan pelibatan perusahaan inspeksi independen.

Djaka menanggapi pernyataan tersebut sebagai bentuk koreksi yang perlu diambil secara dewasa. “Intinya itu bentuk koreksi. Bea Cukai akan berupaya lebih baik,” kata Djaka dalam konferensi pers pemusnahan barang kena cukai ilegal di Jakarta, Rabu (3/12/2025).

Menurut dia, reformasi tidak bisa lagi bersifat parsial, tetapi harus menyentuh kultur, integritas, dan kualitas pengawasan di seluruh lini, dari pelabuhan hingga bandara.

Ia menyebut, transformasi budaya kerja dan peningkatan pengawasan menjadi prioritas. “Mulai dari kultur, meningkatkan kinerja, kemudian pengawasan. Tentunya kita akan memperbaiki seluruh pelayanan,” ujarnya.

Perbaikan, kata Djaka, harus langsung terasa bagi masyarakat, bukan sekadar laporan administrasi. Salah satu langkah yang telah berjalan ialah penggunaan teknologi kecerdasan imitasi (AI) untuk menekan praktik underinvoicing.

Merespons tenggat satu tahun yang diberikan Menkeu, Djaka menyatakan optimismenya. “Kalau kita tidak optimistis, tahun depan kita selesai semua. Masa pegawai Bea Cukai mau dirumahkan makan gaji buta? Tentu tidak,” katanya.

Ia menekankan, reformasi tidak akan berhasil tanpa dukungan publik, terutama untuk mematahkan stigma Bea Cukai sebagai “sarang pungli”. Pembenahan SDM, peralatan, dan pembenahan citra disebut sebagai bagian dari prioritas jangka pendek.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa opsi menghidupkan kembali model supervisi ala Orde Baru, yang kala itu melibatkan SGS dan PT Surveyor Indonesia, hanya akan ditempuh bila pembenahan internal mandek.

Pada masa tersebut, sejumlah pegawai Bea Cukai dirumahkan karena sebagian fungsi digantikan pihak eksternal.

Meski demikian, Purbaya menegaskan ia tidak marah, melainkan ingin memastikan dua persoalan besar segera ditangani: praktik underinvoicing ekspor serta masuknya barang ilegal yang masih lolos dari pengawasan.

Menurut Purbaya, teknologi internal Bea Cukai kini jauh lebih maju dibanding era sebelumnya, sehingga reformasi sepenuhnya berada dalam jangkauan.

Tinggal bagaimana keseriusan seluruh jajaran untuk memastikan perubahan benar-benar terjadi. (ihd)

Berita Terkait

Jampidsus Akui Rumah yang Digeledah di Sentul Miliknya, Sebut Uang dan Emas Ada Pemiliknya
TNI Tegaskan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie atas Permintaan Resmi Kejaksaan Agung
KPK Duga Amplop yang Diberikan Bupati Kuansing ke Menhut sebelum OTT Berisi 12.000 Dolar Singapura
Polri Temukan 74 Kilogram Emas dan Dolar Senilai Rp476 Miliar dalam Brankas Rumah di Sentul
Tujuh Pembunuh Pilot AS di Yahukimo Masuk DPO, Polisi Buru Jaringan Kelompok Bersenjata
Pengadilan Negeri Indramayu Vonis Mati Terdakwa Pembunuhan Lima Anggota Keluarga
Sepekan Menghilang, Nadira Az Zahra Ditemukan Selamat dalam Kondisi Lelah dan Disorientasi
KY Tindak Lanjuti Laporan Tim Nadiem, Dugaan Pelanggaran Etik Empat Hakim Tipikor Dikaji
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:35 WIB

Jampidsus Akui Rumah yang Digeledah di Sentul Miliknya, Sebut Uang dan Emas Ada Pemiliknya

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:27 WIB

TNI Tegaskan Pengamanan Rumah Jampidsus Febrie atas Permintaan Resmi Kejaksaan Agung

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:23 WIB

KPK Duga Amplop yang Diberikan Bupati Kuansing ke Menhut sebelum OTT Berisi 12.000 Dolar Singapura

Kamis, 9 Juli 2026 - 11:53 WIB

Polri Temukan 74 Kilogram Emas dan Dolar Senilai Rp476 Miliar dalam Brankas Rumah di Sentul

Rabu, 8 Juli 2026 - 17:42 WIB

Tujuh Pembunuh Pilot AS di Yahukimo Masuk DPO, Polisi Buru Jaringan Kelompok Bersenjata

Berita Terbaru