Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah

Jumat, 19 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden JD Vance menyampaikan pidato di Islamabad, Pakistan. (Tangkapan layar Youtube-The White House)

Wakil Presiden JD Vance menyampaikan pidato di Islamabad, Pakistan. (Tangkapan layar Youtube-The White House)

JENDELANUSANTARA.COM, Washington — Wakil Presiden Amerika Serikat J.D. Vance meminta Israel menghormati proses perdamaian di Timur Tengah yang tengah berlangsung. Menurut dia, langkah tersebut tidak hanya akan menguntungkan warga Israel, tetapi juga membawa dampak positif bagi negara-negara lain di kawasan.

“Pada dasarnya, warga Israel, sama seperti semua pihak lainnya, harus menghormati proses perdamaian ini yang pada dasarnya bermanfaat bagi mereka dan bagi seluruh kawasan,” ujar Vance dalam konferensi pers di Washington D.C., Amerika Serikat, Kamis (18/6/2026).

Vance mengatakan, pemerintah Amerika Serikat terus menjalin komunikasi intensif dengan Israel dan sejumlah negara Teluk untuk menjaga keberlangsungan proses diplomasi tersebut.

Menurut dia, kontak tingkat tinggi dilakukan hampir setiap hari guna membahas perkembangan situasi keamanan dan upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Kamis dini hari (18/6), Iran dan Amerika Serikat menandatangani nota kesepahaman (MoU) secara jarak jauh sebagai bagian dari upaya mengakhiri konflik militer yang telah berlangsung sejak 28 Februari lalu.

Kesepakatan itu mengatur sejumlah langkah, termasuk batas waktu bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade laut serta komitmen Iran memulihkan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.

Dalam MoU tersebut, Iran juga menyatakan komitmennya untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Sementara itu, pembahasan mengenai program nuklir Iran akan dilakukan melalui perjanjian terpisah.

Kedua pihak dijadwalkan melakukan perundingan lanjutan mengenai isu nuklir dalam 60 hari ke depan. Bagi Iran, salah satu tujuan utama dari proses tersebut adalah pencabutan berbagai sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan terhadap negara itu.

Upaya diplomasi tersebut menjadi salah satu perkembangan penting di tengah meningkatnya ketegangan regional yang melibatkan Iran, Israel, Amerika Serikat, dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. (ihd)

 

Berita Terkait

AS dan Iran Siap Tandatangani Kesepahaman di Swiss, Diplomasi Damai Masuki Babak Baru
Iran-AS Bersiap Akhiri Konflik, Stop Operasi Militer, Blokade Laut Mulai Dicabut
Dosen UNPAM Serang Ambil Bagian dalam Sidang Perburuhan Dunia
MoU Iran-AS di Ujung Damai, Teheran Minta Media Menahan Diri untuk Tak Berspekulasi
Dewa Sukma Kelana, Konvensi 193 Jadi Kemajuan Besar bagi Pekerja Dunia
Belajar Budaya Swiss, Delegasi Pekerja Indonesia Asah Bahasa dan Diplomasi Global di ILC 114
Ancaman Trump Dicemooh sebagai Keputusasaan, Iran Tegaskan Tak Gentar
Delegasi Indonesia Kagumi Ketepatan Waktu Transportasi Umum Prancis dan Swiss

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:18 WIB

Amerika Serikat Minta Israel Hormati Proses Perdamaian di Timur Tengah

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:58 WIB

AS dan Iran Siap Tandatangani Kesepahaman di Swiss, Diplomasi Damai Masuki Babak Baru

Senin, 15 Juni 2026 - 17:01 WIB

Iran-AS Bersiap Akhiri Konflik, Stop Operasi Militer, Blokade Laut Mulai Dicabut

Senin, 15 Juni 2026 - 08:11 WIB

Dosen UNPAM Serang Ambil Bagian dalam Sidang Perburuhan Dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:44 WIB

MoU Iran-AS di Ujung Damai, Teheran Minta Media Menahan Diri untuk Tak Berspekulasi

Berita Terbaru

Jakarta

Firdaus Minta SMSI Jadi Penanggung Jawab HPN 2027

Jumat, 19 Jun 2026 - 13:58 WIB