Yoyock Suryo: Seni Rupa Kulon Progo Butuh “Generator” Penggerak

Jumat, 24 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Kulon Progo – Workshop Seni Rupa yang digelar Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kulon Progo di Cagar Budaya Bulurejo, Kamis (23/4/2026), menghadirkan pandangan kritis sekaligus reflektif dari seniman R. Suryo Hardihandoyo atau Yoyock Suryo.

Dalam forum tersebut, ia menekankan pentingnya membaca arah perkembangan seni rupa di Kulon Progo agar tidak berjalan tanpa tujuan.

“Pertanyaan sederhana tapi tajam, mau ke mana seni rupa Kulon Progo ini?” ujar Yoyock.

Ia mengibaratkan ekosistem seni rupa sebagai “dinamo mekanik” yang terdiri dari individu perupa, kelompok seni, hingga kantong-kantong kreatif yang tersebar di berbagai wilayah.

Menurutnya, ketika seluruh elemen itu bergerak bersama, akan muncul energi besar berupa karya visual.

“Dinamo-dinamo itu harus menyala bersama, sehingga menghasilkan energi kreatif yang nyata,” katanya.

Namun, Yoyock menilai energi tersebut belum sepenuhnya terkelola secara maksimal. Ia menekankan perlunya “generator” yang mampu mengolah dan mengarahkan potensi tersebut secara sistematis.

“Generator seni rupa itu harus punya algoritma, program yang terstruktur dari gagasan sampai karya nyata,” tegasnya.

Ia menyebut peran ini idealnya dijalankan oleh Dewan Kebudayaan sebagai penggerak utama.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya dukungan kebijakan dari pemerintah daerah, terutama dalam hal penganggaran.

Menurutnya, seni rupa memiliki potensi besar namun belum mendapatkan porsi perhatian yang seimbang.

“Jangan sampai ada kesan seni pertunjukan dianakemaskan. Semua itu emas, termasuk seni rupa Kulon Progo,” ujarnya.

Selain itu, Yoyock turut menyinggung persoalan fasilitas ruang pamer yang dinilai masih menjadi kendala bagi para seniman.

Ia mempertanyakan kebijakan penggunaan ruang publik yang berbayar.

“Kalau berbayar dan memberatkan, ini harus diperjuangkan. Seniman perlu ruang, bukan justru dibatasi,” katanya.

Ia berharap ada keberpihakan nyata agar ekosistem seni rupa di Kulon Progo bisa terus tumbuh dan berkelanjutan.

Berita Terkait

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor
Kalurahan Condongcatur Lakukan Terobosan, Ketua hingga Bendahara RT/RW Dikukuhkan Bersamaan
UMY Kembangkan Model Pembelajaran Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus
UU PPRT Perlu Pengawasan dan Penegakan Hukum yang Konsisten
Green Investing Jadi Sorotan dalam Kuliah Dosen UMY di Australia
Workshop Seni Rupa Jadi Langkah Strategis Kembangkan Perupa Kulon Progo
Seorang Pengusaha Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Kos Yogyakarta
Madness YKFest 2026 Jadi Wadah Kreativitas Suporter, Perkuat Persaudaraan Lewat Musik

Berita Terkait

Jumat, 24 April 2026 - 15:12 WIB

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor

Jumat, 24 April 2026 - 14:38 WIB

UMY Kembangkan Model Pembelajaran Inklusif bagi Siswa Berkebutuhan Khusus

Jumat, 24 April 2026 - 13:37 WIB

UU PPRT Perlu Pengawasan dan Penegakan Hukum yang Konsisten

Jumat, 24 April 2026 - 13:19 WIB

Green Investing Jadi Sorotan dalam Kuliah Dosen UMY di Australia

Jumat, 24 April 2026 - 12:34 WIB

Yoyock Suryo: Seni Rupa Kulon Progo Butuh “Generator” Penggerak

Berita Terbaru

Yogyakarta

Tinjau DIY, Menko AHY Fokus Sekolah Rakyat dan Green Corridor

Jumat, 24 Apr 2026 - 15:12 WIB