Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Istanbul –Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa sebuah “armada besar” militer AS tengah bergerak menuju Iran. Pernyataan itu disertai dorongan agar Tehran segera membuka jalur perundingan dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan kedua negara.

Melalui platform media sosial Truth Social, Rabu, Trump menulis bahwa armada tersebut bergerak cepat dengan kekuatan penuh. Ia mengklaim pengerahan itu lebih besar dibandingkan operasi militer AS sebelumnya di Venezuela dan siap menyelesaikan misi “dengan kecepatan dan kekuatan” apabila diperlukan.

Trump menyatakan harapannya agar Iran bersedia datang ke meja perundingan guna mencapai kesepakatan yang, menurutnya, adil dan seimbang, terutama terkait isu senjata nuklir. Ia menegaskan bahwa waktu untuk diplomasi semakin sempit dan situasi saat ini bersifat mendesak.

Dalam pernyataannya, Trump juga mengaitkan ketegangan terbaru dengan operasi militer AS sebelumnya yang disebutnya sebagai “Operasi Midnight Hammer”. Ia memperingatkan bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat berujung pada eskalasi yang lebih besar dan dampak yang lebih berat bagi Iran.

Di sisi lain, gelombang unjuk rasa di sejumlah kota di Iran akibat tekanan ekonomi turut menjadi perhatian Trump. Ia sempat memperingatkan kemungkinan intervensi AS jika pemerintah Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap para pengunjuk rasa. Namun, retorika itu kemudian dilunakkan setelah Trump mengklaim menerima informasi bahwa tindakan represif dan rencana eksekusi massal telah dihentikan.

Pemerintah Iran merespons dengan peringatan keras. Para pejabat di Tehran menegaskan bahwa setiap serangan dari AS akan dibalas dengan respons yang cepat dan menyeluruh. Iran juga kembali menekankan sikapnya yang menolak berunding di bawah tekanan atau ancaman militer.

Dalam kesempatan terpisah saat berbicara di Iowa, Trump kembali menyebut adanya armada lain yang tengah menuju kawasan tersebut. Ia menyatakan masih berharap Iran bersedia mencapai kesepakatan, seraya menilai bahwa peluang itu seharusnya diambil sejak awal.

Sementara itu, para pejabat AS mengisyaratkan keterbukaan terbatas terhadap diplomasi, meski dengan sejumlah prasyarat. Dengan posisi kedua pihak yang masih saling mengunci, prospek perundingan jangka pendek antara Washington dan Tehran dinilai tetap belum pasti. (ihd)

Berita Terkait

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan
Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran
Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka
China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS
Trump Tarik Undangan Dewan Gaza ke Kanada, Ottawa-Washington Tegang
Khawatir Inisiatif AS Geser PBB, Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Gaza
Macron Tolak Dewan Gaza, Trump Ancam Tarif Tinggi Produk Prancis
Trump Klaim Ada Ancaman Rusia di Greenland, Siap Ambil Tindakan Tegas

Berita Terkait

Selasa, 3 Februari 2026 - 23:44 WIB

Israel Ingin Buru-buru Serang Iran, Donald Trump: Belum Diperlukan

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:30 WIB

Trump Klaim Armada AS Bergerak ke Iran, Harapkan Teheran Mau Berunding

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:33 WIB

Arab Saudi Tak Sudi Wilayahnya Digunakan Amerika Serikat untuk Menyerang Iran

Selasa, 27 Januari 2026 - 22:12 WIB

Israel Tak Izinkan Jurnalis Asing Masuk Gaza, Meski Rafah Sudah Dibuka

Senin, 26 Januari 2026 - 17:25 WIB

China Enggan Berkomentar soal Dewan Perdamaian Gaza Inisiatif AS

Berita Terbaru