Khawatir Inisiatif AS Geser PBB, Uni Eropa Tolak Gabung Dewan Gaza

Rabu, 21 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pejabat Eropa, NATO, dan Uni Eropa (Anadolu)

Pejabat Eropa, NATO, dan Uni Eropa (Anadolu)

Harian Financial Times, Rabu (21/1/2026), melaporkan, sejumlah pejabat Eropa menilai pembentukan Dewan Perdamaian Gaza tidak melalui mekanisme multilateral yang lazim dan berisiko melemahkan legitimasi PBB dalam mengelola perdamaian global. Kekhawatiran itu semakin menguat setelah AS turut mengundang Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai calon anggota dewan tersebut.

Presiden Trump pekan lalu mengumumkan pembentukan Dewan Perdamaian Gaza dengan melibatkan sejumlah tokoh dekat lingkar kekuasaannya, antara lain Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantunya, Jared Kushner. Selain itu, Trump juga mencantumkan nama mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair, Presiden Kelompok Bank Dunia Ajay Banga, dan Deputi Penasihat Keamanan Nasional AS Robert Gabriel.

AS turut mengundang pemimpin dari sejumlah negara lain, termasuk Rusia dan Belarus, untuk bergabung dalam inisiatif tersebut. Pada Selasa (20/1), Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengonfirmasi bahwa Presiden Putin telah menerima undangan itu. Namun, hingga kini Moskow belum memperoleh penjelasan rinci mengenai mandat, mekanisme kerja, maupun tujuan jangka panjang Dewan Perdamaian Gaza.

“Kami masih menunggu klarifikasi lebih lanjut dari pihak Amerika Serikat,” ujar Peskov, seraya menegaskan bahwa Rusia akan mempelajari inisiatif tersebut sebelum menentukan sikap resmi.

Sikap hati-hati negara-negara Uni Eropa mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas terkait arah diplomasi global, khususnya dalam upaya penyelesaian konflik Gaza yang selama ini berada di bawah payung resolusi dan mandat PBB. (Anadolu/Sputnik)

Berita Terkait

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur
Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap
UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos
Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan Terdampak
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di Bantargebang
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat Lokal

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 07:13 WIB

Delegasi Indonesia, UMJ Press dan APPTIMA Hadiri International Publishers Congress 2026 di Kuala Lumpur

Sabtu, 4 Juli 2026 - 08:58 WIB

Jerman Undang Tenaga Kerja Indonesia untuk Berkarier, Belajar, dan Menetap

Jumat, 3 Juli 2026 - 16:32 WIB

UMY Perkokoh Reputasi Internasional dengan Menjalin Kemitraan Strategis di Laos

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:39 WIB

Jelang Pemakaman Khamenei, Militer Iran Peringatkan AS dan Israel agar Tak Picu Eskalasi

Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB

IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali Teruji

Berita Terbaru