Senin, 19 Januari 2026

Sejumlah warga melakukan unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen, Denmark. (Xinhua/Liu Phachao)
“NATO telah memberi tahu Denmark selama 20 tahun bahwa Anda harus menyingkirkan ancaman Rusia dari Greenland. Sayangnya, Denmark tidak mampu berbuat apa pun. Sekarang saatnya, dan itu akan dilakukan,” tulis Trump.
Sehari sebelumnya, Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte dan Trump membahas situasi keamanan Greenland serta kawasan Arktik dalam percakapan telepon. Rutte menyatakan NATO dan Amerika Serikat akan terus bekerja sama dalam isu tersebut. Ia juga menyampaikan rencana pertemuan langsung dengan Trump di Davos pada akhir pekan ini.
Greenland, wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark, selama bertahun-tahun menjadi perhatian strategis Amerika Serikat. Letaknya yang berada di jalur penting kawasan Arktik, serta potensi sumber daya mineral yang besar, membuat pulau itu kian relevan di tengah meningkatnya aktivitas Rusia dan China di wilayah kutub utara.
Dalam perkembangan terkait, Trump pada Sabtu (17/1/2026) mengumumkan rencana pemberlakuan tarif impor sebesar 10 persen terhadap barang-barang dari delapan negara Eropa—Denmark, Norwegia, Swedia, Prancis, Jerman, Inggris, Belanda, dan Finlandia—mulai 1 Februari. Ia juga menyatakan tarif tersebut akan dinaikkan menjadi 25 persen pada Juni mendatang.
Trump menegaskan, kebijakan tarif itu merupakan respons atas penolakan negara-negara tersebut terhadap kendali Amerika Serikat atas Greenland. Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari Eropa. Delapan negara itu pada Minggu mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam ancaman Washington dan menegaskan kembali komitmen mereka terhadap stabilitas dan keamanan kawasan Arktik.
Sementara itu, Kremlin menegaskan posisinya terkait status Greenland. Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan Rusia mengakui Greenland sebagai bagian dari Kerajaan Denmark, meskipun menyebut situasi terbaru di pulau tersebut sangat kontroversial.
“Kami berangkat dari pemahaman bahwa Greenland adalah wilayah Kerajaan Denmark,” ujar Peskov. (ihd)
Berita Terkait
Berita Terbaru
Berita Terkait
Senin, 29 Juni 2026 - 11:25 WIB
IRGC Klaim Serang Basis Militer AS di Kuwait dan Bahrain, Diplomasi Iran-AS Kembali TerujiSenin, 29 Juni 2026 - 11:05 WIB
Gempa Venezuela Tewaskan 1.430 Orang, Ribuan Warga Terluka dan TerdampakMinggu, 28 Juni 2026 - 19:28 WIB
Teknologi Pengolah Sampah Jadi Listrik di China Diyakini Siap Diterapkan di BantargebangMinggu, 28 Juni 2026 - 15:44 WIB
Wali Kota Bekasi: Proyek PSEL Harus Beri Manfaat Nyata bagi Masyarakat LokalRabu, 24 Juni 2026 - 19:58 WIB
Harga Bensin di Banyak Negara Melambung, Trump Perintahkan Investigasi Perusahaan MinyakBerita Terbaru

Yogyakarta
Rabu, 1 Jul 2026 - 20:53 WIB

Yogyakarta
Danrem Apresiasi Sinergi TNI-Polri dalam Meningkatkan Pelayanan Publik
Rabu, 1 Jul 2026 - 20:40 WIB

Nasional
Wamendagri Ribka Minta Pemda Papua Maksimalkan Dana Otsus Lewat Pendekatan 5T
Rabu, 1 Jul 2026 - 20:32 WIB

Lampung
Penanganan Kasus Pemerasan Berjalan Transparan, Keluarga Korban Beri Penghargaan Moral kepada Aparat
Rabu, 1 Jul 2026 - 20:21 WIB

Nasional
Pelepasan Lahan HGU Capai Kesepakatan, Pembangunan 2.212 Huntap di Aceh Tamiang Dipacu
Rabu, 1 Jul 2026 - 17:07 WIB

