“Pelaku memiliki akses istimewa ke sejumlah ruangan, termasuk ruang kas besar. Hal itu yang dimanfaatkannya untuk melancarkan aksi sejak awal Juni 2025,” ujar Luthfi saat ditemui di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Minggu (13/7/2025).
Menurut Luthfi, AVM menjalankan aksinya secara diam-diam dan nyaris tanpa jejak hingga akhirnya bank mencurigai adanya selisih dana. “Motif awalnya diduga karena alasan ekonomi. Uang tersebut digunakan untuk membeli mobil, lahan, dan membangun rumah pribadi,” ungkapnya.
Hingga saat ini, penyidik masih mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain. Namun, dari hasil pemeriksaan awal, AVM diduga kuat bertindak seorang diri.
“Kami masih melakukan pendalaman untuk memastikan apakah ada pelaku lain. Tetapi sampai saat ini, indikasi menunjukkan ia melakukannya sendiri,” tutur Luthfi. (hdm)














